Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Internalisasi Nilai Gotong Royong dalam Pembelajaran PKn di Era Individualisme Digital Nurhasanah hrp; Syamzaimar
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 5 No. 3 (2026): JUNI 2026
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v5i3.2286

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses internalisasi nilai gotong royong dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di era individualisme digital. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya kecenderungan perilaku individualistik siswa akibat perkembangan teknologi digital yang memengaruhi interaksi sosial di lingkungan pendidikan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru PKn dan siswa yang terlibat dalam proses pembelajaran di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai gotong royong telah diinternalisasikan melalui berbagai aktivitas pembelajaran seperti diskusi kelompok, proyek kolaboratif, dan presentasi bersama. Namun, implementasinya belum sepenuhnya optimal karena masih terdapat ketidakseimbangan partisipasi siswa dalam kerja kelompok. Era individualisme digital juga memberikan pengaruh signifikan terhadap menurunnya intensitas interaksi sosial siswa, sehingga kerja sama belum terbentuk secara maksimal. Meskipun demikian, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran berpotensi menjadi sarana penguatan nilai gotong royong jika diarahkan secara tepat. Peran guru dan lingkungan sekolah menjadi faktor penting dalam mendukung proses internalisasi nilai tersebut. Guru berperan sebagai fasilitator sekaligus teladan, sedangkan lingkungan sekolah menyediakan ruang pembiasaan melalui kegiatan kolaboratif. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa internalisasi nilai gotong royong masih berada pada tahap pembiasaan dan memerlukan penguatan berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang adaptif untuk menjaga eksistensi nilai gotong royong di tengah perkembangan era digital.
Revitalisasi Ideologi Kebangsaan Berbasis Filsafat Pancasila dalam Menghadapi Tantangan Globalisasi dan Modernisasi Maysaroh; Syamzaimar
Bersatu: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika Vol. 4 No. 3 (2026): Mei: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/bersatu.v4i3.1750

Abstract

Penelitian ini membahas kedudukan Pancasila sebagai ideologi kebangsaan sekaligus filsafat bangsa yang berperan fundamental dalam membentuk identitas nasional dan menjaga persatuan ditengah keberagaman masyarakat Indonesia. Latar belakang penelitian berangkat dari urgensi Pancasila sebagai sistem nilai yang dinamis, relevan, dan mampu menjawab tantangan globalisasi, modernisasi, serta perkembangan teknologi informasi. Tujuan penelitian adalah menganalisis dimensi filosofis Pancasila yang meliputi aspek ontologis, epistemologis, dan aksiologis, serta menelaah penerapannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi pustaka, melalui penelusuran literatur akademik, dokumen normatif, dan karya filosofis yang relevan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Pancasila berfungsi sebagai landasan filosofis, perekat kebangsaan, sumber etika politik dan hukum, serta instrumen pembentukan karakter bangsa. Selain itu, Pancasila memiliki kekuatan normatif untuk menjadi filter terhadap pengaruh negatif globalisasi. Implikasi penelitian menegaskan perlunya revitalisasi nilai-nilai Pancasila melalui pendidikan karakter, penguatan kebijakan publik, pemanfaatan teknologi digital, dan penguatan budaya lokal agar Pancasila tetap hidup sebagai ideologi kebangsaan yang dinamis, relevan, dan mampu menjaga persatuan bangsa sepanjang masa.
Implementasi Nilai-Nilai Dasar Perdamaian dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Resty Nazla Irwani; Syamzaimar
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 2 (2026): Juni : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i2.793

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi nilai-nilai dasar perdamaian dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), yang masih terbatas dan tidak sistematis meskipun kurikulum menekankan pembentukan karakter berbasis Pancasila dan kebhinekaan di tengah tantangan intoleransi serta konflik sosial. Latar belakang masalah didasari oleh kebutuhan mendesak perdamaian multikultural di Indonesia, di mana era digital memperburuk isu seperti cyberbullying, ujaran kebencian berbasis SARA, dan konflik horizontal, sehingga PPKn berperan sebagai wadah utama internalisasi nilai toleransi, keadilan, kerja sama, serta penolakan kekerasan. Tujuan penelitian adalah menggambarkan bentuk integrasi nilai-nilai tersebut dalam pembelajaran PPKn, mengidentifikasi kontribusinya terhadap perilaku siswa dan budaya sekolah damai, serta menganalisis keterbatasan implementasinya untuk memberikan rekomendasi kebijakan. Metode penelitian bersifat kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), menganalisis konten dengan dari sumber literatur Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai dasar perdamaian telah mulai diimplementasikan melalui pendekatan partisipatif seperti diskusi kelompok, studi kasus konflik, role play, dan proyek sosial, terutama pada aspek toleransi, anti-kekerasan, serta kerja sama; namun, penerapannya masih insidental, terfokus pada nilai terpilih, dan terhambat oleh kurangnya pemahaman guru, perangkat pembelajaran yang tidak standar, serta minimnya dukungan kurikulum eksplisit. Implementasi ini berkontribusi positif terhadap peningkatan sikap siswa dalam menghargai perbedaan dan menyelesaikan konflik secara damai, meskipun belum merata di seluruh ranah nilai perdamaian. Kesimpulan penelitian menegaskan perlunya integrasi eksplisit nilai-nilai dasar perdamaian ke dalam kurikulum PPKn melalui modifikasi RPP, pelatihan guru, dan program sekolah ramai anak untuk membangun budaya damai berkelanjutan yang selaras dengan Profil Pelajar Pancasila. Saran meliputi pengembangan pedoman evaluasi sikap berbasis perdamaian serta penelitian lanjutan berbasis studi kasus empiris