Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The ANALISIS PELAYANAN DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN KONSUMEN DI RUMAH MAKAN KHANSA PERSPEKTIF ETIKA BISNIS ISLAM: Indonesia Nurhalimah; Iva Ashari Ananda; Maskupah
Lunggi Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Lunggi Journal: Literasi Unggulan Ilmiah Multidisipliner
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persaingan bisnis kuliner menuntut pelayanan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga beretika. Rumah Makan Khansa memiliki reputasi baik dan mampu bertahan sejak 2008, namun masih menghadapi kendala kurangnya interaksi proaktif karyawan terhadap konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelayanan konsumen di Rumah Makan Khansa perspektif etika bisnis islam. Selain itu mengetahui faktor pendukung dan pengambat kualitas pelayanan pelayanan kepada konsumen di Rumah Makan Khansa perspektif etika bisnis islam. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif bersifat deskriptif. Jenis penelitian ini dikatagorikan sebagai penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan sumber data primer adalah pemilik usaha, karyawan dan konsumen. Teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, dan tahap ahir yaitu penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan konsumen di Rumah Makan Khansa telah menerapkan semuanya prinsip etika bisnis Islam seperti tolong-menolong (ta’awun), memberi kemudahan (at-taysir), persamaan (musawah), saling mencintai (muhabbah), lemah lembut (al-layyin), dan kekeluargaan (ukhuwah) telah terlaksana secara konsisten, sedangkan prinsip muhabbah sudah mulai diterapkan namun masih memerlukan penguatan di kalangan karyawan agar pelaksanaannya lebih merata dan maksimal. Faktor pendukung meliputi informasi, konsultasi, menerima pesanan, keramahan, kepedulian, pengecualian, penagihan, dan pembayaran, sedangkan faktor penghambat di antaranya adalah pada faktor konsultasi yang perlu ditingkatkan agar bisa melakukan pelayanan dengan optimal.
Peran Pemuda dalam Pengembangan Perekonomian Perspektif Ekonomi Syariah: Studi pada UMKM di Kecamatan Pemangkat Destia Nur Fitri; Iva Ashari Ananda; Marina
Ekodestinasi Vol. 3 No. 2 (2025): EKODESTINASI: Jurnal Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata
Publisher : CV Global Research Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59996/ekodestinasi.v3i2.940

Abstract

Entering the post-pandemic demographic dividend era, youth play a crucial role in transforming from job seekers to job creators. This study uses a descriptive-analytical qualitative approach based on field research. The research subjects consisted of 12 youth MSME actors (aged 18-30 years) from various sectors selected purposively. Primary and secondary data collection were carried out simultaneously through participatory observation, in-depth interviews, and documentation techniques. The collected data were then analyzed using an interactive model that includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that youth make concrete contributions to reducing the unemployment rate through the creation of new jobs, the utilization of accelerated digital marketing, and the creation of product innovations. Despite facing structural obstacles in the form of limited access to initial capital and the complexity of licensing administration, these young coastal entrepreneurs have consistently practiced the five axioms of Islamic economics (Tawhid, 'Adl, Nubuwwah, Khilafah, and Ma'ad). Operational evaluation also shows that their trading system is highly consistent with the objectives of Maqashid Sharia, particularly the preservation of productivity Hifdzul Maal (safeguarding wealth) and the fulfillment of safety standards Hifdzun Nafs (safeguarding life), and is strictly free from the intrusion of the invalid (fasid) practices of MAGHRIB (Maysir [gambling], Gharar [uncertainty], and Riba [usury]).