Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis orientasi nilaidasar etnik Batak Toba dan model pendidikan karakter yang diterapkan oleh petani perempuan (inang Batak Toba dalam membentuk karakter anak. Pendekatan dan metode yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kualititatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dan studi kepustakaan. Orientasi nilai dasar etnik Batak Toba dan model pendidikan karakternya diekspolrasi melalui 15 informan inang Batak Toba di Desa Garoga Sibargot. Data yang yang terkumpul dianalisis melalui pendekatan dan metode analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orientasi dasar nilai budaya Batak Toba mencakup hamoraoan, hasasangapon dan hangabeon. Ketiga nilai taradisi ini menjadi dasar dan arah orientasi hidup dalam dalam relasi sosial dan kehidupan masyarakat Batak Toba. Tradisi nilai budaya hamoraoan, hasasangapon dan hangabeon diterapkan dalam proses internalisasi dan sosialisasi dalam keluarga termasuk dalam pendidikan karakter pada keluarga petani inang Batak. Model pendidikan pendidikan karakter dalam keluarga petani inang Batak Toba dilakukan melalui pembiasaan, keteladanan dan pelibatan anak dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Karakter utama yang secara terus menerus diinternaliasai dan sosialiasasi pada pada-anak dari petani inang Batak Toba adalah kemandirian, tanggung jawab, dan kerja keras. Karakter kemandirian dibentuk melalui pembiasaan anak membantu pekerjaan rumah dan mengurus dirinya sendiri sejak usia dini. Karakter tanggung jawab ditanamkan melalui pengawasan terhadap pendidikan anak, pembagian tugas rumah tangga dan pelibatan anak-anak dalam kehidupan sosial masyarakat. Sementara itu, karakter kerja keras dibentuk melalui pelibatan anak dalam aktivitas pertanian, pemberian nasihat dan teladan dari orang tua yang bekerja sebagai petani.