Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model Pendidikan Karakter pada Keluarga Batak: Studi Kasus Petani Inang Batak Toba di Desa Garoga Sibargot Kecamatan Garoga Tapanuli Utara Hidayat Hidayat; Rismauli Ritonga; Sarah Kholijah; Dwi Indah Anneke Putri
Journal of Citizen Research and Development Vol. 3 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v3i1.8472

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis orientasi nilaidasar etnik Batak Toba dan model pendidikan karakter yang diterapkan oleh petani perempuan (inang Batak Toba dalam membentuk karakter anak. Pendekatan dan metode yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kualititatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dan studi kepustakaan. Orientasi nilai dasar etnik Batak Toba dan model pendidikan karakternya diekspolrasi melalui 15 informan inang Batak Toba di Desa Garoga Sibargot. Data yang yang terkumpul dianalisis melalui pendekatan dan metode analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orientasi dasar nilai budaya Batak Toba mencakup hamoraoan, hasasangapon dan hangabeon. Ketiga nilai taradisi ini menjadi dasar dan arah orientasi hidup dalam dalam relasi sosial dan kehidupan masyarakat Batak Toba. Tradisi nilai budaya hamoraoan, hasasangapon dan hangabeon diterapkan dalam proses internalisasi dan sosialisasi dalam keluarga termasuk dalam pendidikan karakter pada keluarga petani inang Batak. Model pendidikan pendidikan karakter dalam keluarga petani inang Batak Toba dilakukan melalui pembiasaan, keteladanan dan pelibatan anak dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Karakter utama yang secara terus menerus diinternaliasai dan sosialiasasi pada pada-anak dari petani inang Batak Toba adalah kemandirian, tanggung jawab, dan kerja keras. Karakter kemandirian dibentuk melalui pembiasaan anak membantu pekerjaan rumah dan mengurus dirinya sendiri sejak usia dini. Karakter tanggung jawab ditanamkan melalui pengawasan terhadap pendidikan anak, pembagian tugas rumah tangga dan pelibatan anak-anak dalam kehidupan sosial masyarakat. Sementara itu, karakter kerja keras dibentuk melalui pelibatan anak dalam aktivitas pertanian, pemberian nasihat dan teladan dari orang tua yang bekerja sebagai petani.
Model Pendidikan Karakter Pada Keluarga Batak Toba: Studi Kasus Petani Inang Di Desa Garoga Sibargot Rismauli Ritonga; Yesi Astasia; Sarah Kholijah; Dwi Indah Anneka Putri; Rahel Exclesya Sianturi
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.18274

Abstract

Perempuan Batak Toba atau yang dikenal sebagai inang memiliki peran penting dalam proses pendidikan karakter anak. Selain menjalankan fungsi domestik sebagai ibu dan pengelola rumah tangga, inang juga berperan sebagai pendidik utama dalam keluarga. Pada masyarakat pedesaan yang mayoritas bekerja di sektor pertanian, perempuan turut terlibat dalam aktivitas ekonomi keluarga melalui berbagai pekerjaan pertanian. Penelitian ini bertujuan menganalisis orientasi nilai budaya Batak Toba dan model pendidikan karakter yang diterapkan oleh petani inang Batak Toba dalam membentuk karakter anak di Desa Garoga Sibargot kecamatan Garoga Kabupaten Tapanuli Utara. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi kepustakaan. Informan penelitian terdiri atas 15 orang yang meliputi inang Batak Toba, suami, dan anak. Data dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orientasi nilai budaya Batak Toba berlandaskan hamoraon, hasangapon, dan hagabeon yang menjadi pedoman dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Nilai-nilai tersebut diinternalisasikan melalui model pendidikan karakter yang dilakukan dengan pembiasaan, keteladanan, pemberian nasihat, serta pelibatan anak dalam aktivitas sehari-hari dan kegiatan pertanian. Karakter utama yang ditanamkan meliputi kemandirian, tanggung jawab, dan kerja keras. Temuan ini menunjukkan bahwa nilai budaya Batak Toba memiliki peran penting dalam pembentukan karakter anak pada keluarga petani inang Batak Toba serta menjadi sarana pewarisan nilai budaya antargenerasi.