Fenomena penamaan kost putri Muslim di Yogyakarta menunjukkan keterkaitan erat antara bahasa, agama, dan strategi identitas sosial. Namun, kajian ini masih minim diteliti dalam perspektif onomastik berbasis konvergensi, serta belum terdapat klasifikasi sistematis mengenai referen dan fungsi penamaannya. Berangkat dari kesenjangan tersebut, penelitian ini bertujuan mengklasifikasi referen dan menguraikan fungsi penamaan kost putri Muslim melalui perspektif konvergensi. Penelitian ini merupakan kajian deskriptif kualitatif menggunakan pendekatan onomastik, dengan teori konvergensi. Data berupa nama-nama kost putri Muslim dikumpulkan dari Google Maps (kata kunci kost putri dan kost putri Muslim) serta observasi, kemudian dianalisis melalui teknik simak, catat, klasifikasi, dan interpretasi kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi konvergensi terwujud dalam adaptasi lintas bahasa yaitiu bahasa Arab, Indonesia, Inggris, dan Jawa, dengan dominasi penggunaan bahasa Arab. Variasi tersebut merepresentasikan delapan referen utama: tokoh perempuan Islam, surah Al-Qur’an, kosakata Arab, nama pemilik, nama tempat, istilah rumah dalam bahasa Jawa, istilah alam dalam bahasa Inggris, dan referensi lain. Selanjutnya, ditemukan empat fungsi penamaan, yaitu identitas Islam, penanda kepemilikan dan lokasi, akomodasi, serta modernisasi, yang hadir dalam bentuk formal dan informal. Temuan ini menegaskan bahwa penamaan kost putri Muslim tidak hanya dipengaruhi nilai-nilai Islam, tetapi juga berfungsi sebagai strategi linguistik dalam mengonstruksi identitas perempuan dan religiusitas di ruang sosial perkotaan