Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Semiotika Roland Barthes: Warna Lokal Surabaya dalam Roman Bumi Manusia Karya dalam Roman Bumi Manusia Karya Pramoedya Ananta Toer Fitri Puspasari; Thea Umbarasari; Zamzam Nurhuda
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v9i1.16471

Abstract

Penelitian ini berjudul “Warna Lokal Surabaya dalam Roman Bumi Manusia Karya Pramoedya Ananta Toer”. Karya sastra merupakan hasil proses kreatif yang mencerminkan kehidupan masyarakat, sedangkan roman berfungsi menampilkan realitas sosial dan budaya tertentu. Roman Bumi Manusia menggambarkan kehidupan masyarakat Surabaya awal abad ke-20 dengan latar sosial dan budaya yang khas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk warna lokal Surabaya yang meliputi aspek mata pencaharian, sistem sosial, budaya, dan bahasa, serta mengungkap makna kultural yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika. Data diperoleh melalui studi pustaka dengan menganalisis teks Bumi Manusia. Langkah penelitian mencakup membaca teks, mengidentifikasi unsur warna lokal, mengklasifikasikan data, serta menafsirkan makna budaya. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan penerapan teori tanda Ferdinand de Saussure dan Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bumi Manusia menampilkan warna lokal Surabaya melalui sistem kemasyarakatan, adat istiadat, bahasa dialek, dan aktivitas ekonomi masyarakat urban. Roman ini menggambarkan karakter masyarakat Surabaya yang terbuka, berani, dan dinamis. Simpulan penelitian menegaskan bahwa karya sastra berperan penting dalam melestarikan identitas lokal dan memperkaya kajian sastra Indonesia.
TRANSFORMASI BAHASA DAN SASTRA DI ERA DIGITAL: TANTANGAN IDENTITAS NASIONAL DI SMAN 1 LEBAK WANGI KABUPATEN SERANG Thea Umbarasari; Fitri Puspasari; Zamzam Nurhuda; Dela Novera
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 03 (2026): JUNI 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital telah memicu degradasi penggunaan bahasa Indonesia di kalangan peserta didik melalui fenomena netspeak, singkatan ekstrem, dan code-mixing di media sosial, yang mengancam bahasa sebagai identitas nasional. Sebagai respons, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk "Transformasi Bahasa dan Sastra di Era Digital: Tantangan Identitas Nasional" dilaksanakan di SMAN 1 Lebak Wangi, Kabupaten Serang, dengan tujuan meningkatkan kesadaran berbahasa, memberikan kecakapan literasi digital-linguistik yang seimbang, serta melestarikan identitas nasional di tengah arus digitalisasi. Metode yang diterapkan meliputi sosialisasi edukatif interaktif, pelatihan kebahasaan praktis, kampanye kesadaran berbahasa melalui pembuatan konten kreatif, serta pendampingan berkelanjutan dalam pembentukan komunitas peduli bahasa di sekolah. Program ini berhasil meningkatkan perilaku komunikasi digital siswa, menghasilkan modul panduan praktis penggunaan bahasa, dan membentuk komunitas sekolah yang responsif. Evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada kesadaran code-switching, kemampuan produksi konten digital yang bermakna, serta terbangunnya budaya sekolah yang mendukung penguatan identitas nasional. Melalui sinergi ini, dihasilkan generasi muda yang tech-savvy sekaligus language-savvy demi menjaga kedaulatan budaya nasional.