Transformasi digital telah memicu degradasi penggunaan bahasa Indonesia di kalangan peserta didik melalui fenomena netspeak, singkatan ekstrem, dan code-mixing di media sosial, yang mengancam bahasa sebagai identitas nasional. Sebagai respons, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk "Transformasi Bahasa dan Sastra di Era Digital: Tantangan Identitas Nasional" dilaksanakan di SMAN 1 Lebak Wangi, Kabupaten Serang, dengan tujuan meningkatkan kesadaran berbahasa, memberikan kecakapan literasi digital-linguistik yang seimbang, serta melestarikan identitas nasional di tengah arus digitalisasi. Metode yang diterapkan meliputi sosialisasi edukatif interaktif, pelatihan kebahasaan praktis, kampanye kesadaran berbahasa melalui pembuatan konten kreatif, serta pendampingan berkelanjutan dalam pembentukan komunitas peduli bahasa di sekolah. Program ini berhasil meningkatkan perilaku komunikasi digital siswa, menghasilkan modul panduan praktis penggunaan bahasa, dan membentuk komunitas sekolah yang responsif. Evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada kesadaran code-switching, kemampuan produksi konten digital yang bermakna, serta terbangunnya budaya sekolah yang mendukung penguatan identitas nasional. Melalui sinergi ini, dihasilkan generasi muda yang tech-savvy sekaligus language-savvy demi menjaga kedaulatan budaya nasional.