Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan komunikasi antarindividu dan menganalisis strategi yang digunakan mahasiswa dalam mengatasi perbedaan latar belakang bahasa di Program Studi BEC. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terbuka yang dibagikan kepada 10 mahasiswa BEC 2024. Kuesioner tersebut mencakup data demografis responden, hambatan komunikasi yang dialami, dan strategi komunikasi. Analisis data dilakukan dalam tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan terbesar yang dialami mahasiswa adalah perbedaan kosakata dan pengucapan, yang dirasakan oleh 7 responden. Hambatan ini sering menyebabkan kesalahpahaman dalam interaksi sehari-hari, terutama dalam percakapan santai dan situasi yang paling dominan. Strategi yang digunakan mahasiswa meliputi penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar, menyederhanakan bahasa, mempelajari kosakata baru, meminta klarifikasi, dan memanfaatkan teknologi seperti ChatGPT. Strategi-strategi ini dianggap efektif oleh sebagian besar responden dalam mengurangi kesalahpahaman dan meningkatkan kelancaran komunikasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hambatan komunikasi bagi mahasiswa BEC berasal dari perbedaan bahasa ibu, bukan dari Bahasa Inggris. Dengan demikian, Bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa pemersatu di kampus.