Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PROGRAM INDONESIA EMAS 2045 : RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG DI INDONESIA : GOLDEN INDONESIA 2045 PROGRAM: LONG-TERM DEVELOPMENT PLAN IN INDONESIA Maria Natalia Serci Leda; Vinsensius Pitang; Maria Natalia Sulastri; Karlos Losiana Banoet; Adelheid Elisabet Loda; Adrianus Ketmoen; Silverius Bere Seran
Jurnal Ekonomi, Akutansi dan Manajemen Nusantara Vol. 4 No. 3 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jeama.v4i3.414

Abstract

Penelitian ini mengkaji secara komprehensif perkembangan dan arah kebijakan pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia dalam kerangka visi Indonesia Emas 2045. Fokus kajian meliputi: (1) capaian pembangunan infrastruktur transportasi periode 2014–2025 (penambahan jalan tol sekitar 2.700 km dan jalan nasional ±6.000 km, termasuk di wilayah tertinggal dan perbatasan), (2) penguatan ketahanan air dan energi melalui pembangunan 61 bendungan dengan tambahan irigasi premium sekitar 396 ribu hektar dan kapasitas PLTA sekitar 255 MW, (3) implementasi Proyek Strategis Nasional (204 proyek dan 13 program dengan investasi lebih dari Rp1.514 triliun), serta (4) dinamika biaya logistik dan kontribusi sektor konstruksi terhadap PDB dan penyerapan tenaga kerja. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan analisis komparatif terhadap literatur teknis, kebijakan, dan yuridis, yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi (relevansi dengan tema infrastruktur berkelanjutan, periode terbit 2014–2025, dan konteks Indonesia) serta eksklusi (literatur di luar konteks nasional dan tidak memuat data empiris atau kerangka kebijakan yang jelas). Hasil kajian menunjukkan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur berkontribusi pada penurunan biaya logistik nasional dari 24% PDB (2015) menjadi sekitar 14% (2023), peningkatan rasio investasi infrastruktur terhadap PDB dari 1,7% menjadi 2,8%, serta penguatan peran sektor konstruksi yang menyerap lebih dari 8,7 juta tenaga kerja dan menyumbang sekitar 9,48% PDB pada 2025. Namun, masih terdapat ketimpangan spasial (dominasi Jawa–Sumatera), kerentanan terhadap risiko iklim dan bencana, serta kebutuhan penguatan regulasi dan kapasitas tenaga kerja konstruksi. Penelitian ini berkontribusi dengan merumuskan sintesis empat pilar pembangunan infrastruktur menuju Indonesia Emas 2045, yaitu integrasi green infrastructure dan ketahanan bencana, penguatan regulasi dan kelembagaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia konstruksi, serta optimalisasi kemitraan pemerintah–badan usaha sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan jangka panjang yang lebih adaptif dan berkelanjutan.​
Hubungan Kausalitas antara Deforestasi, Pertanian dan Pertumbuhan Ekonomi: Studi Empiris di Indonesia Maksimilianus Paulus Jati Gamatara; Marianus Antonius Deo Datus Banase; Adelheid Elisabet Loda
DIALEKTIKA: Jurnal Ekonomi dan Ilmu Sosial Vol 10 No 2 (2025): Dialektika: Jurnal Ekonomi dan Ilmu Sosial
Publisher : Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/dialektika.v10i2.7148

Abstract

This study aims to thoroughly explore the direction of the relationship formed, both short-term and long-term relationships, as well as to find out whether the relationship is one-way or two-way and the complex interactions between deforestation, agriculture, and economic growth (tripartite relationship analysis) in Indonesia. The analysis model used is the Vector Error Correction Model (VECM) on time-series data from 1991 to 2023. This study reveals the dynamic interactions between the three variables. The estimation results show that in the short term, deforestation and agriculture, as well as Gross Domestic Product (GDP) per capita and agriculture, have a mutually influential relationship, while GDP per capita and deforestation only have a one-way relationship, namely GDP per capita influences deforestation. However, in the long term, there is a causal relationship or a mutually influential relationship between the three variables. These findings emphasize the importance of an economic development approach that considers environmental sustainability and efficient land use.