Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan public speaking bahasa Inggris remaja dalam mendukung pengembangan pariwisata lokal. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat mitra adalah rendahnya kemampuan komunikasi bahasa Inggris, kurangnya rasa percaya diri dalam berbicara di depan umum, serta minimnya pelatihan keterampilan komunikasi berbasis praktik bagi remaja di kawasan wisata lokal. Padahal, kemampuan public speaking bahasa Inggris menjadi salah satu kompetensi penting dalam pelayanan dan promosi wisata, khususnya dalam menghadapi wisatawan mancanegara. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui beberapa metode, yaitu workshop, focus group discussion (FGD), demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan. Materi pelatihan meliputi dasar-dasar public speaking, teknik komunikasi efektif, vocabulary pariwisata, simulasi pelayanan wisata, serta praktik menjadi pemandu wisata (tour guide) menggunakan bahasa Inggris sederhana. Peserta kegiatan terdiri atas kelompok remaja dan pemuda setempat yang memiliki minat dalam pengembangan pariwisata daerah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan kemampuan berbicara bahasa Inggris, khususnya dalam memperkenalkan destinasi wisata lokal dan melakukan simulasi komunikasi dengan wisatawan asing. Selain itu, terjadi peningkatan rasa percaya diri peserta dalam berbicara di depan umum serta meningkatnya kesadaran mereka terhadap pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pengembangan pariwisata lokal. Antusiasme peserta selama kegiatan juga menunjukkan bahwa metode pelatihan berbasis praktik dan pendampingan efektif dalam meningkatkan keterampilan komunikasi peserta. Program ini memberikan dampak positif bagi masyarakat karena membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam sektor pariwisata lokal. Dengan adanya pelatihan ini, remaja diharapkan mampu menjadi agen promosi wisata yang dapat memperkenalkan budaya dan potensi wisata daerah kepada masyarakat yang lebih luas. Oleh karena itu, program pelatihan public speaking bahasa Inggris perlu dikembangkan secara berkelanjutan melalui kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat guna mendukung pengembangan pariwisata berbasis masyarakat.