Arif Purnomo
Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Negeri Semarang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Pembelajaran Sejarah Berdiferensiasi dalam Mengakomodasi Keberagaman Siswa SMA Negeri 3 Surakarta Bagus Trinidad Ramadhan; Arif Purnomo
Bookchapter Pendidikan Universitas Negeri Semarang Vol. 10 (2026)
Publisher : Bookchapter Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan paradigma pendidikan menuntut pembelajaran sejarah yang adaptif terhadap keberagaman karakteristik peserta didik. Namun, praktik di sekolah masih menunjukkan dominasi pendekatan konvensional yang kurang mengakomodasi perbedaan kesiapan, minat dan profil belajar siswa. Kondisi ini menegaskan urgensi penerapan pembelajaran berdiferensiasi sebagai strategi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran sejarah berdiferensiasi serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya dalam konteks pembelajaran di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipan, wawancara mendalam dan analisis dokumen. Informan penelitian terdiri atas guru sejarah dan siswa yang dipilih secara purposive berdasarkan keterlibatan dalam pembelajaran berdiferensiasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi telah diterapkan melalui penyesuaian konten, proses dan produk pembelajaran. Implementasi ini berdampak pada peningkatan keterlibatan, motivasi dan partisipasi siswa. Namun, penerapan diferensiasi belum dilakukan secara sistematis, terutama dalam penggunaan asesmen diagnostik dan perencanaan pembelajaran. Hambatan utama meliputi keterbatasan waktu, kesiapan guru dan sarana pendukung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran sejarah berdiferensiasi memiliki potensi signifikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan membangun pengalaman belajar yang lebih inklusif. Temuan ini memberikan kontribusi empiris terhadap pengembangan strategi pembelajaran sejarah berbasis diferensiasi. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji implementasi diferensiasi dalam konteks yang lebih luas serta mengembangkan model asesmen diagnostik yang lebih sistematis.
Pengembangan Keterampilan Berpikir Abad 21 pada Mata Pelajaran Sejarah di SMA Negeri 1 Tebo, Jambi Exswan Arief Pambudi; Arif Purnomo
Bookchapter Pendidikan Universitas Negeri Semarang Vol. 10 (2026)
Publisher : Bookchapter Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan berpikir abad 21 merupakan keterampilan yang perlu dikembangkan agar mampu membentuk generasi yang unggul sebagai upaya mempersiapkan siswa menghadapi tantangan akibat globalisasi kemajuan teknologi yang terjadi. Salah satu keterampilan yang perlu dikembangkan pada abad ke-21 adalah critical thinking dan creative thinking. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan keterampilan berpikir abad 21 pada mata pelajaran sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Teknik pengumpulan data pada penelitian melalui observasi nonpartisipan, wawancara, analisis dokumen. Informan penelitian terdiri atas guru Sejarah dan siswa yang dipilih secara purposive berdasarkan keterlibatan dalam pembelajaran pengembangan keterampilan berpikir abad 21. Analisis data menggunakan teknik interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan keterampilan berpikir abad 21 pada mata pelajaran Sejarah telah dilakukan melalu model pembalajaran Problem-Based Learning (PBL), Historical Inquiry dan Project-Based Learning (PjBL). Implementasi ini berdampak pada peningkatan kemampuan berpikir kritis dan berpikir kreatif siswa. Hambatan utama meliputi digerakkan oleh satu poros yang sama, yaitu perkembangan teknologi informasi. Perkembangan teknologi yang pesat dapat berubah menjadi destruktif bagi ketajaman critical thinking ketika budaya belajar instan yang mendegradasi kedalaman pemahaman literasi membaca. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan keterampilan berpikir abad 21 berpotensi dalam meningkatkan kualitas belajar siswa dan mempersiapkan siswa akan kemajuan teknologi. Temuan ini memberikan kontribusi empiris terhadap pengembangan keterampilan berpikir abad 21 pada mata pelajaran Sejarah.
Peran AI dalam Pembelajaran Sejarah di SMA Negeri 3 Cirebon Muhamad Dhoreef Kafabi; Arif Purnomo
Bookchapter Pendidikan Universitas Negeri Semarang Vol. 10 (2026)
Publisher : Bookchapter Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk pada pembelajaran sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran AI dalam pembelajaran sejarah di SMA Negeri 3 Cirebon, meliputi manfaat, tantangan, serta upaya pemanfaatannya secara bijaksana. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain fenomenologi untuk memahami pengalaman guru dan peserta didik dalam memanfaatkan AI pada proses pembelajaran sejarah. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan analisis dokumen dengan informan yang terdiri atas guru sejarah dan peserta didik. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI memberikan berbagai manfaat dalam pembelajaran sejarah, seperti mempermudah akses informasi, meningkatkan minat belajar siswa, membantu pemahaman materi sejarah, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta mendukung pembelajaran yang lebih interaktif dan personal. Selain itu, AI membantu guru dalam menyusun materi ajar, media pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran secara lebih efisien. Namun demikian, penggunaan AI juga menghadapi sejumlah tantangan, seperti ketergantungan siswa terhadap teknologi, potensi penyebaran informasi yang kurang akurat, menurunnya kemampuan literasi sejarah, risiko plagiarisme, serta kesenjangan akses teknologi. Oleh karena itu, pemanfaatan AI dalam pembelajaran sejarah perlu dilakukan secara bijaksana dengan tetap mengedepankan kemampuan berpikir kritis, verifikasi sumber informasi, dan integritas akademik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa AI dapat menjadi sarana yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sejarah apabila digunakan sebagai alat pendukung pembelajaran dan bukan sebagai pengganti peran guru maupun proses berpikir peserta didik.