Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Indikasi Ujaran Kebencian Netizen dalam Kolom Komentar Akun Instagram @ahmadsahroni88: Kajian Linguistik Forensik Viony Salsabila; Haris Syukri; Ngusman; Siti Ainim Liusti
Journal of Education Language and Innovation Vol. 3 No. 3 (2025): In Press
Publisher : Indonesian and Regional Language and Literature Department, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jeli.v3i3.179

Abstract

Perkembangan media sosial, khususnya Instagram, memicu meningkatnya fenomena ujaran kebencian di ruang digita. Kolom komentar media sosial tidak lagi hanya digunakan sebagai sarana menyampaikan opini, tetapi juga menjadi ruang munculnya berbagai bentuk serangan verbal yang berpotensi menimbulkan dampak sosial dan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis ujaran kebencian serta mengkategorikan efek sosial ujaran kebencian dalam kolom komentar akun Instagram @ahmadsahroni88 dengan pendekatan linguistik forensik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data penelitian berupa komentar netizen yang mengandung unsur ujaran kebencian pada akun Instagram @ahmadsahroni88. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 144 data ujaran kebencian yang terbagi ke dalam enam jenis, yaitu penghinaan (90 data), penghasutan (23 data), pencemaran nama baik (15 data), provokasi (10 data), penistaan (3 data), dan penyebaran berita bohong (3 data). Berdasarkan efek sosialnya, ujaran kebencian dikategorikan menjadi stigmatisasi (104 data), labeling (37 data), dan stereotip (4 data). Temuan penelitian menunjukkan bahwa penghinaan dan stigmatisasi merupakan bentuk yang paling dominan, yang mencerminkan kecenderungan netizen menyerang individu secara langsung serta membangun citra negatif melalui bahasa di media sosial. Penelitian ini berimplikasi pada pengembangan kajian linguistik forensik, khususnya dalam analisis ujaran kebencian di media sosial, serta dapat menjadi rujukan dalam meningkatkan literasi digital dan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan bahasa yang etis di ruang digital.