Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pembangunan infrastruktur di Desa Warupele I, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode regresi linear berganda. Evaluasi dilakukan dengan mengidentifikasi variabel-variabel yang memengaruhi kualitas pembangunan infrastruktur desa, yaitu waktu pelaksanaan (X1), pelaksanaan terlambat (X2), kelengkapan dokumen (X3), dan monitoring (X4). Berdasarkan wawancara dari masyarakat dan beberapa aparatur desa menjelaskan, bahwa penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDES) 6 tahunan tidak melalui Musyawara Dusun (MUSDUS) tingkat kelompok atau dusun. Dalam penetapan keputusan harus bersama-sama dengan utusan kelompok masyarakat dan aparatur desa. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa keempat variabel independen tersebut secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keberhasilan pembangunan infrastruktur, dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,781 atau 78,1%. Ini berarti 78,1% variasi dalam pembangunan infrastruktur dijelaskan oleh keempat variabel tersebut, sedangkan 21,9% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Uji F menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05), yang berarti model regresi yang dibentuk layak digunakan untuk prediksi. Secara parsial, keempat variabel juga menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap pembangunan infrastruktur dengan nilai signifikansi masing-masing 0,000 (< 0,05). Di antara keempat variabel, monitoring (X4) merupakan faktor dominan yang paling berpengaruh, dengan nilai ? sebesar 0,878 dan nilai t hitung sebesar 2,285. Temuan ini menunjukkan bahwa pengawasan dan pemantauan yang ketat terhadap pelaksanaan proyek sangat menentukan keberhasilan pembangunan infrastruktur desa. Oleh karena itu, pemerintah desa dan stakeholder terkait diharapkan lebih fokus pada peningkatan sistem monitoring agar hasil pembangunan dapat optimal dan tepat sasaran.