Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Manhaj Lughawi Dan Qur’ani Dalam Pembinaan Da’iyyat Wal Hafidzat Di Ma’had Putri Aly Adz-Dzikro Cianjur Risma Haristatul Mukarromah; Ahmad Zaeni Dahlan
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5403

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi manhaj lughawi dan manhaj qur’ani dalam pembinaan da’iyyat wal hafidzat di Ma’had Putri Aly Adz-Dzikro Cianjur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manhaj lughawi diimplementasikan secara bertahap melalui program i‘dad, takmili, dan syariah dengan fokus pada penguatan mufradat, ta‘birat, muhawarah, serta pembiasaan bahasa Arab dalam kegiatan formal dan non-formal. Sementara itu, manhaj qur’ani diterapkan melalui sistem tahfiz yang mengadopsi manhaj Pakistani dengan metode sabaq/ziyadah, sabqi, manzil, murajaah jamii, dan tasmi’ juziyyah. Implementasi kedua manhaj tersebut saling terintegrasi dalam menunjang pembinaan santriwati agar memiliki hafalan Al-Qu’an yang terjaga serta kemampuan bahasa Arab yang memadai untuk memahami dan menyampaikan ilmu syar’i. Keberhasilan implementasi manhaj lughawi dan qur’ani dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain kurikulum yang terstruktur, lingkungan bahasa yang mendukung, konsistensi sistem tahfiz, peran ustadzah dan pembimbing, serta kedisiplinan dan kesiapan santriwati. Dengan demikian, implementasi kedua manhaj tersebut berperan penting dalam mewujudkan tujuan pendidikan Ma’had Putri Aly Adz-Dzikro Cianjur dalam mencetak da’iyyat wal hafidzat yang berilmu dan berpegang teguh pada Al-Qur’an.
Problematika Pembelajaran Bahasa Arab Dengan Lingkungan Multiaktivitas Di Pondok Pesantren As-Syafi’iyah Rizky Ainun Soleh; Ahmad Zaeni Dahlan
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5417

Abstract

Riset ini mencoba membongkar persoalan pembelajaran bahasa Arab di Asrama Bahasa Arab Pondok Pesantren As-Syafi'iyah, tempat di mana santri menjalani aktivitas yang luar biasa padat. Bagaimana mereka dan para ustadz menghadapi tantangan belajar bahasa di tengah kesibukan akademik, sosial, dan keagamaan? Itulah yang ingin kami ungkap. Kami pakai pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus karena metode ini memungkinkan penggalian mendalam terhadap pengalaman nyata dan strategi adaptif yang muncul. Data dikumpulkan lewat wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan analisis dokumentasi. Partisipannya: beberapa ustadz bahasa Arab, musyrif asrama dan santri yang dipilih secara purposive. Hasilnya? Ada tiga temuan besar. Pertama, lingkungan multiaktivitas ternyata benar-benar menekan. Waktu terbatas, beban kognitif santri tinggi. Kedua, muncul strategi kreatif seperti pembelajaran kontekstual yang disesuaikan dengan kehidupan sehari-hari atau kolaborasi antar teman. Cara-cara ini cukup efektif menjaga praktik berbahasa tetap jalan. Ketiga, konsistensi penggunaan bahasa Arab masih jadi masalah serius. Banyak santri takut salah saat bicara, ditambah kurangnya dukungan sosial dari lingkungan. Temuan ini memperkuat relevansi Sociocultural Learning Theory dan Cognitive Load Theory dalam konteks pesantren, menegaskan bahwa pemerolehan bahasa sangat dipengaruhi interaksi sosial, budaya institusional, dan manajemen aktivitas. Secara praktis, kami merekomendasikan kebijakan manajemen waktu yang lebih humanistik dan pelatihan guru sebagai fasilitator. Riset selanjutnya bisa mengeksplorasi integrasi teknologi digital untuk memperkuat lingkungan berbahasa.