Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Peer Education dalam Membangun Budaya Anti-Bullying di Pondok Pesantren dan Boarding School:: Sebuah Systematic Literature Review Mika Edison; Hery Setiyatna
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v7i2.1076

Abstract

Perundungan (bullying) di pondok pesantren dan boarding school merupakan isu serius yang berdampak pada kesehatan psikososial santri. Pendekatan peer education (pendidikan sebaya) menawarkan potensi solusi yang menjanjikan, namun kajian dari perspektif manajemen masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen peer education dalam membangun budaya anti-bullying serta merumuskan kerangka manajerial yang aplikatif bagi pesantren dan boarding school. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA, yang diterapkan pada basis data Scopus, Web of Science, Garuda, dan Google Scholar untuk periode 2015–2026. Dari hasil pencarian, sebanyak 13 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara tematik. Analisis menunjukkan bahwa manajemen peer education yang efektif terdiri atas empat pilar utama: (1) assessment dan pemetaan sebagai fungsi planning; (2) rekrutmen dan pelatihan peer educator sebagai fungsi organizing & staffing; (3) implementasi program sebagai fungsi actuating; dan (4) monitoring, evaluasi, serta keberlanjutan sebagai fungsi controlling. Model STAC, TEI, peer mentorship berbasis komunitas, serta program IPPNU teridentifikasi sebagai strategi unggulan yang dapat diadaptasi secara kontekstual dengan nilai spiritual khas pesantren, yaitu ta‘ẓīm (penghormatan kepada guru/senior), ukhuwah (persaudaraan), dan tawāḍu‘ (kerendahan hati). Integrasi nilai-nilai lokal ini penting untuk mencegah resistensi budaya sekaligus memperkuat keberterimaan program. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa manajemen peer education yang terstruktur melalui empat pilar berbasis kerangka POAC mampu mendukung terbentuknya budaya anti-bullying di pesantren dan boarding school. Untuk efektivitas yang lebih luas, diperlukan adaptasi model sesuai dengan karakteristik masing-masing lembaga, baik tradisional, modern, maupun boarding school umum.
Integrasi Nilai Ikhlas dan Profesionalisme dalam Manajemen Sumber Daya Manusia di Pondok Pesantren Mika Edison
Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 18 No. 2 (2026): Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Wathan Samawa Sumbawa Besar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35964/al-munawwarah.v18i2.558

Abstract

This study examines the integration of sincerity (ikhlas) values and professionalism in human resource management (HRM) at modern Indonesian Islamic boarding schools (pesantren). Through a literature review approach enriched with social media content analysis (Instagram and TikTok Analytics), this study aims to: (1) describe the concept of ikhlas based on classical Islamic literature and contemporary kyai perspectives; (2) analyze the application of professionalism in modern pesantren HRM; and (3) formulate an integration model named PRIMA (Purposeful Sincerity, Rigorous Competence, Integrated Accountability, Mindful Leadership, Adaptive Welfare). Findings reveal that the perceived dichotomy between ikhlas and professionalism can be reconciled within a holistic and contextual HRM framework. The novelty lies in the PRIMA model as a new conceptual framework bridging Islamic epistemology and modern management principles, while leveraging social media analytics as a mirror of public perception on pesantren transformation. Practical implications include HRM policy recommendations for pesantren transitioning toward professional Islamic educational institutions.