Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode pembelajaran yang terdapat dalam Buku Bahasa Indonesia Kelas IX terbitan Kemendikbud tahun 2022 serta menilai relevansinya terhadap tujuan pembelajaran bahasa Indonesia dan prinsip Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis isi (content analysis) berdasarkan kerangka teori Richards dan Rodgers yang mencakup aspek approach, design, dan procedure. Data penelitian berupa aktivitas pembelajaran yang terdapat dalam enam bab buku teks. Hasil analisis menunjukkan bahwa buku teks ini memuat berbagai metode pembelajaran, yaitu Inquiry-Based Learning, Cooperative Learning, Active Learning, Direct Instruction, Project-Based Learning (PjBL), Discovery Learning, dan Problem-Based Learning (PBL). Metode-metode tersebut dinilai relevan karena mampu mendukung pengembangan keterampilan berbahasa reseptif dan produktif, meningkatkan partisipasi siswa, berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, serta pembelajaran kontekstual. Namun, implementasi metode pembelajaran aktif masih menghadapi kendala berupa keterbatasan fasilitas, alokasi waktu, heterogenitas kemampuan siswa, manajemen kelas, serta kompetensi guru. Oleh karena itu, diperlukan strategi adaptif berupa pemanfaatan media sederhana, diferensiasi pembelajaran, penguatan manajemen kelas, dan peningkatan kompetensi guru. Secara keseluruhan, Buku Bahasa Indonesia Kelas IX terbitan Kemendikbud tahun 2022 memiliki kualitas pedagogis yang baik dan relevan sebagai acuan pembelajaran, meskipun efektivitas penerapannya bergantung pada kondisi sekolah dan kesiapan guru.