Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsep Pendidikan Islam Menurut Al-Ghazali Ikram Humaidi; Adil Nuruddin Syamil; Annisa Ramadhanti; Asrarie Siti Ariyanggi; Biah Sabandyani; Fitri Aulia; Putri Audian
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6347

Abstract

Artikel ini membahas konsep pendidikan Islam menurut pemikiran Imam Al-Ghazali yang menekankan pembentukan manusia yang sempurna (insan kamil) melalui keseimbangan antara ilmu, amal, dan akhlak. Pendidikan menurut Al-Ghazali tidak hanya berorientasi pada pengembangan intelektual, tetapi juga pada pembinaan moral, spiritual, serta pembentukan karakter peserta didik. Penulisan artikel ini bertujuan untuk menjelaskan konsep pendidikan Islam menurut Al-Ghazali, mengkaji pandangannya tentang psikologi pendidikan dan perkembangan anak, serta mengetahui peran pendidik, metode pendidikan, dan klasifikasi ilmu dalam proses pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan literature review atau studi kepustakaan, yaitu dengan mengkaji berbagai sumber tertulis seperti buku, jurnal ilmiah, dan artikel yang relevan dengan topik pembahasan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Ghazali memandang anak sebagai amanah yang memiliki potensi bawaan yang harus dikembangkan melalui pendidikan yang tepat sejak usia dini. Guru memiliki peran penting sebagai pembimbing dan teladan dalam membentuk akhlak dan kepribadian peserta didik. Metode pendidikan yang dianjurkan meliputi keteladanan, nasihat, pembiasaan melakukan kebaikan, serta pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Selain itu, Al-Ghazali juga mengklasifikasikan ilmu pengetahuan menjadi ilmu yang terpuji, ilmu yang tercela, dan ilmu yang perlu dibatasi, sehingga pendidikan diarahkan pada pengembangan ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Dengan demikian, konsep pendidikan Al-Ghazali menekankan keseimbangan antara aspek intelektual, moral, dan spiritual dalam membentuk manusia yang berilmu, berakhlak mulia, serta bertakwa kepada Allah SWT. Kata kunci: Pendidikan Islam, Imam Al-Ghazali, Psikologi Pendidikan, Perkembangan Anak, Akhlak
Strategi Pedagogis Internalisasi Nilai Pancasila dalam Pembelajaran PKn di Perguruan Tinggi: Tinjauan Literatur Sistematis Annisa Ramadhanti; Biah Sabandyani; Fitri Aulia
Jurnal Pendidikan Tuntas Vol. 4 No. 2 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The internalization of Pancasila values in higher education cannot rely solely on the transmission of conceptual knowledge but requires learning strategies that enable students to understand, reflect on, and actualize these values in real-life contexts. In this context, Civics Education (PKn) has a strategic role in developing students’ civic knowledge, skills, and dispositions. This article aims to analyze pedagogical strategies used to support the internalization of Pancasila values in Civics Education at the higher education level. The study employed a Systematic Literature Review (SLR) approach by examining relevant scholarly literature on Pancasila education, Civics Education, character education, and pedagogical strategies. The selected literature was analyzed through thematic categorization and content synthesis to identify patterns of pedagogical strategies used in the internalization process. The findings indicate that the pedagogical strategies identified include contextual learning, experiential learning, project-based learning, reflective discussion, lecturer role modeling, community service activities, and the use of digital technology. These strategies provide complementary contributions by connecting Pancasila values with students’ academic experiences and social realities through active participation, direct experience, reflection, collaboration, and value enactment. Therefore, the internalization of Pancasila values in higher education Civics Education should emphasize participatory, reflective, contextual, and experience-based approaches so that Pancasila is not merely understood as academic knowledge but can develop into an orientation for students’ civic attitudes and behavior.