Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Krisis Identitas Dan Tantangan Tata Kelola Koperasi Merah Putih Siti Lathifah; Hendra Riofita
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6524

Abstract

Koperasi Merah Putih dikembangkan sebagai strategi penguatan ekonomi masyarakat berbasis desa dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan di Indonesia. Namun, implementasinya menghadapi berbagai persoalan yang berkaitan dengan krisis identitas kelembagaan dan tantangan tata kelola koperasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk krisis identitas serta tantangan tata kelola yang dihadapi Koperasi Merah Putih berdasarkan hasil kajian literatur. Penelitian menggunakan metode literature review dengan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi kepustakaan (library research). Sumber data diperoleh dari jurnal nasional dan internasional, buku akademik, dokumen kebijakan pemerintah, serta publikasi ilmiah lain yang relevan dan dapat diakses secara terbuka. Proses seleksi literatur dilakukan menggunakan tahapan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) melalui proses identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi. Penelitian menggunakan 15 referensi utama yang dianalisis menggunakan teknik content analysis dan thematic analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis identitas Koperasi Merah Putih dipengaruhi oleh dominasi kebijakan yang bersifat top-down, tingginya intervensi pemerintah, rendahnya partisipasi anggota, serta lemahnya implementasi prinsip koperasi. Sementara itu, tantangan tata kelola meliputi rendahnya transparansi dan akuntabilitas, keterbatasan sumber daya manusia, lemahnya pengawasan internal, serta belum optimalnya transformasi digital. Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan identitas koperasi, peningkatan partisipasi anggota, penerapan good cooperative governance, dan pengembangan kapasitas kelembagaan menjadi strategi penting dalam mendukung keberlanjutan Koperasi Merah Putih sebagai instrumen ekonomi kerakyatan.