Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis homeschooling sebagai alternatif pendidikan bagi anak korban perundungan dalam perspektif Al-Qur’an melalui pendekatan pendidikan humanistik berbasis nilai-nilai Islam. Perundungan di lingkungan pendidikan formal memberikan dampak negatif terhadap kondisi psikologis, emosional, sosial, dan akademik anak, sehingga diperlukan model pendidikan yang mampu menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan potensi peserta didik secara optimal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Data dianalisis secara induktif untuk menemukan pola dan konsep pendidikan yang relevan dengan nilai-nilai Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa homeschooling memiliki relevansi sebagai model pendidikan alternatif bagi anak korban perundungan karena menitikberatkan pada pengembangan aspek spiritual, emosional, dan sosial peserta didik. Al-Qur’an menekankan pentingnya penghormatan terhadap martabat manusia, hubungan interpersonal yang empatik, serta lingkungan pendidikan yang penuh kasih sayang. Pendekatan humanistik berbasis Al-Qur’an dinilai mampu membantu anak korban perundungan memulihkan rasa percaya diri, mengatasi trauma, dan membangun kembali motivasi belajar melalui internalisasi nilai-nilai Islami seperti kesabaran dan kepedulian sosial. Dengan demikian, homeschooling tidak hanya berfungsi sebagai alternatif pendidikan, tetapi juga sebagai sarana pemulihan psikologis dan pembentukan karakter Islami bagi anak korban perundungan.