Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi masing-masing komponen Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap total PAD Kabupaten Buleleng periode 2016–2024 serta mengidentifikasi tren perkembangan kontribusinya. Penelitian dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan kemandirian fiskal daerah di tengah dinamika desentralisasi fiskal dan penurunan Transfer ke Daerah (TKD). Kajian ini menggunakan teori pembangunan ekonomi daerah, teori desentralisasi fiskal, serta konsep kontribusi dan analisis tren PAD sebagai landasan teoritis. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode analisis kontribusi dan analisis tren metode Least Square. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa laporan realisasi APBD Kabupaten Buleleng tahun 2016–2024 yang diperoleh melalui dokumentasi pada Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Buleleng. Analisis dilakukan terhadap empat komponen PAD, yaitu Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan, dan Lain-lain PAD yang Sah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pajak Daerah dan Lain-lain PAD yang Sah menjadi komponen dominan dalam struktur PAD Kabupaten Buleleng, sedangkan Retribusi Daerah dan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan memberikan kontribusi relatif rendah. Analisis tren menunjukkan kecenderungan peningkatan kontribusi pajak daerah, sementara komponen lainnya mengalami fluktuasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi PAD perlu difokuskan pada penguatan sektor pajak daerah, diversifikasi sumber pendapatan, serta peningkatan efektivitas pengelolaan retribusi dan aset daerah guna memperkuat kemandirian fiskal Kabupaten Buleleng.