Putu Yunartha Pradyana Putra
Fakultas Ekonomi, Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kontribusi Komponen Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Buleleng Tahun 2016–2024 Putu Asih Rahayu; Nyoman Ari Surya Dharmawan; Putu Yunartha Pradyana Putra
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6728

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi masing-masing komponen Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap total PAD Kabupaten Buleleng periode 2016–2024 serta mengidentifikasi tren perkembangan kontribusinya. Penelitian dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan kemandirian fiskal daerah di tengah dinamika desentralisasi fiskal dan penurunan Transfer ke Daerah (TKD). Kajian ini menggunakan teori pembangunan ekonomi daerah, teori desentralisasi fiskal, serta konsep kontribusi dan analisis tren PAD sebagai landasan teoritis. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode analisis kontribusi dan analisis tren metode Least Square. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa laporan realisasi APBD Kabupaten Buleleng tahun 2016–2024 yang diperoleh melalui dokumentasi pada Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Buleleng. Analisis dilakukan terhadap empat komponen PAD, yaitu Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan, dan Lain-lain PAD yang Sah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pajak Daerah dan Lain-lain PAD yang Sah menjadi komponen dominan dalam struktur PAD Kabupaten Buleleng, sedangkan Retribusi Daerah dan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan memberikan kontribusi relatif rendah. Analisis tren menunjukkan kecenderungan peningkatan kontribusi pajak daerah, sementara komponen lainnya mengalami fluktuasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi PAD perlu difokuskan pada penguatan sektor pajak daerah, diversifikasi sumber pendapatan, serta peningkatan efektivitas pengelolaan retribusi dan aset daerah guna memperkuat kemandirian fiskal Kabupaten Buleleng.
Pengaruh Pengendalian Internal, Tekanan Finansial, dan Asimetri Informasi Terhadap Kecenderungan Kecurangan BUM Desa di Kabupaten Buleleng Komang Dewi Muliartini; Putu Sukma Kurniawan; Putu Yunartha Pradyana Putra
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6911

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus kecurangan dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) di Kabupaten Buleleng yang menunjukkan adanya kelemahan dalam tata kelola dan pengawasan keuangan. Kecenderungan terjadinya kecurangan pada BUM Desa diduga dipengaruhi oleh pengendalian internal, tekanan finansial, dan asimetri informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengendalian internal, tekanan finansial, dan asimetri informasi terhadap kecenderungan kecurangan pada BUM Desa di Kabupaten Buleleng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian kausal. Populasi penelitian adalah 126 BUM Desa di Kabupaten Buleleng, sedangkan sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling sebanyak 56 BUM Desa yang berada di Kecamatan Banjar, Gerokgak, Seririt, dan Busungbiu. Responden penelitian terdiri dari ketua, bendahara, dan sekretaris BUM Desa. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian internal berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kecenderungan kecurangan, yang berarti semakin baik pengendalian internal maka potensi kecurangan akan menurun. Tekanan finansial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kecenderungan kecurangan, sehingga semakin tinggi tekanan finansial maka semakin besar peluang terjadinya kecurangan. Asimetri informasi juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kecenderungan kecurangan karena ketimpangan informasi dapat membuka peluang penyalahgunaan wewenang. Temuan ini mendukung Fraud Triangle Theory yang menjelaskan bahwa tekanan, peluang, dan rasionalisasi menjadi faktor penting yang memengaruhi tindakan kecurangan. Penelitian ini memberikan implikasi pentingnya penguatan pengawasan, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan BUM Desa untuk meminimalkan risiko fraud.