Permasalahan penggunaan kantong plastik sekali pakai menjadi isu lingkungan yang semakin penting di kawasan perkotaan akibat meningkatnya aktivitas ekonomi dan konsumsi masyarakat. Kawasan Kambang Iwak Kota Palembang sebagai ruang publik dengan aktivitas perdagangan dan rekreasi yang tinggi menghadapi permasalahan tingginya penggunaan kantong plastik serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan pengurangan penggunaan kantong plastik di Kawasan Kambang Iwak Kota Palembang, mengidentifikasi faktor penyebab implementasi kebijakan belum berjalan optimal, serta merumuskan alternatif kebijakan yang lebih efektif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pengunjung, pelaku usaha, serta pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Palembang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman serta analisis kebijakan menggunakan pendekatan Multi Criteria Decision Analysis (MCDA) dan Cost-Effectiveness Analysis (CEA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingginya penggunaan kantong plastik dipengaruhi oleh kebiasaan masyarakat, rendahnya kesadaran membawa tas belanja sendiri, serta ketergantungan pedagang terhadap kantong plastik. Hasil evaluasi kebijakan menunjukkan bahwa alternatif kebijakan membawa tas belanja sendiri memperoleh skor tertinggi sebesar 4,05 dan memiliki efektivitas paling tinggi dalam mengurangi penggunaan kantong plastik. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa pendekatan berbasis perubahan perilaku lebih efektif diterapkan dibandingkan pendekatan berbasis pembatasan atau disinsentif biaya. Dengan demikian, kebijakan membawa tas sendiri direkomendasikan sebagai alternatif kebijakan yang lebih efektif dan berkelanjutan dalam mengurangi penggunaan kantong plastik di Kawasan Kambang Iwak.