Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis reaksi pasar modal Indonesia terhadap peristiwa pergantian Menteri Keuangan tahun 2025 melalui pengukuran abnormal return, trading volume activity, dan bid-ask spread pada perusahaan sektor keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan event study. Periode pengamatan dilakukan selama sebelas hari bursa, yaitu lima hari sebelum peristiwa, satu hari saat peristiwa, dan lima hari sesudah peristiwa dengan tanggal 8 September 2025 sebagai event date. Sampel penelitian terdiri atas 43 perusahaan sektor keuangan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, serta uji Wilcoxon Signed Rank Test karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada abnormal return sebelum dan sesudah pergantian Menteri Keuangan tahun 2025, yang mengindikasikan bahwa pasar modal bereaksi terhadap informasi politik tersebut. Sementara itu, trading volume activity dan bid-ask spread tidak menunjukkan perbedaan signifikan, sehingga aktivitas perdagangan dan tingkat likuiditas pasar relatif stabil. Temuan ini mendukung teori efisiensi pasar dan teori sinyal yang menyatakan bahwa informasi politik dapat memengaruhi perilaku investor dan pergerakan harga saham.