Keberanian berpendapat merupakan aspek penting dalam keterlibatan aktif mahasiswa di perguruan tinggi. Namun, banyak mahasiswa cenderung memilih diam dalam diskusi akademik karena takut dinilai negatif, kurang percaya diri, serta adanya tekanan sosial dari sesama mahasiswa dan dosen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran psychological safety terhadap keberanian berpendapat mahasiswa dalam lingkungan pendidikan tinggi melalui pendekatan Narrative Literature Review (NLR). Literatur dikumpulkan dari jurnal akademik nasional dan internasional terbitan tahun 2022–2026 serta buku akademik tahun 2017–2026, yang ditelusuri melalui Google Scholar, SINTA, ScienceDirect, SpringerLink, dan Taylor & Francis Online. Hasil kajian menunjukkan bahwa psychological safety berperan penting dalam mendorong partisipasi verbal mahasiswa dalam pembelajaran. Kepercayaan interpersonal, toleransi terhadap kesalahan, inklusivitas, dan dukungan dosen secara konsisten ditemukan sebagai faktor yang memperkuat keberanian mahasiswa dalam menyampaikan pendapat. Sebaliknya, ancaman interpersonal, gaya mengajar otoriter, dan dinamika kelompok yang tidak sehat cenderung melemahkan psychological safety sehingga menghambat partisipasi aktif mahasiswa. Pembelajaran yang berpusat pada proses, aktivitas kolaboratif terstruktur, dan kepemimpinan dosen yang inklusif menjadi strategi penting dalam memperkuat psychological safety di lingkungan akademik. Kajian ini menegaskan bahwa iklim akademik yang aman secara psikologis penting untuk mendorong partisipasi mahasiswa yang bermakna di perguruan tinggi.