Organisasi mahasiswa bukan hanya ruang pengembangan kepemimpinan, tetapi juga lingkungan sosial yang dapat membentuk kesejahteraan psikologis anggotanya. Dalam praktiknya, aktivitas organisasi sering beririsan dengan tuntutan akademik, kelelahan emosional, konflik interpersonal, dan tekanan organisasi, terutama ketika pola kepemimpinan tidak memberi ruang partisipasi yang memadai. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kepemimpinan demokratis dan kesejahteraan psikologis anggota organisasi mahasiswa melalui pendekatan narrative literature review. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan menelaah artikel jurnal yang relevan pada rentang 2019-2025 dan didukung oleh rujukan metodologis tentang tinjauan literatur serta analisis isi. Pemilihan literatur dilakukan berdasarkan kesesuaian topik, ketersediaan teks lengkap, kredibilitas publikasi, dan keterkaitan langsung dengan kepemimpinan demokratis, organisasi mahasiswa, dukungan sosial, dan kesejahteraan psikologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan demokratis cenderung membentuk iklim organisasi yang lebih terbuka, partisipatif, dan suportif. Pemimpin yang melibatkan anggota dalam pengambilan keputusan, membangun komunikasi dua arah, dan menghargai pendapat anggota dapat memperkuat kenyamanan emosional, kepercayaan diri, keterikatan sosial, serta rasa diakui dalam organisasi. Namun, kajian ini juga menunjukkan bahwa kepemimpinan demokratis tidak dapat dipahami sebagai satu-satunya penentu kesejahteraan psikologis karena dukungan sosial, beban tugas, regulasi emosi, dan budaya organisasi turut membentuk kondisi psikologis anggota. Temuan ini mengimplikasikan bahwa organisasi mahasiswa perlu mengembangkan pola kepemimpinan yang partisipatif dan humanis, tetapi tetap disertai kejelasan tugas serta tanggung jawab organisasi