Penelitian ini merupakan studi etnografi yang bertujuan untuk menggali dan memahami sistem produksi pangan yang berbasis pada pengetahuan lokal di wilayah Lembang, Kabupaten Bandung Barat, dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Wilayah Lembang, yang dikenal dengan pertanian hortikultura dan agroindustri lokal, menghadapi perubahan iklim yang semakin intens, seperti perubahan pola curah hujan, peningkatan suhu, serta pergeseran musim yang mempengaruhi hasil pertanian. Studi ini berfokus pada cara-cara adaptasi yang diterapkan oleh masyarakat lokal, khususnya petani, dalam menghadapi perubahan iklim yang berdampak pada ketahanan pangan dan ekonomi mereka. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, penelitian ini menggali bagaimana pengetahuan tradisional yang telah diwariskan turun-temurun digunakan dalam mengelola sumber daya alam dan merencanakan pola tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun perubahan iklim memberikan tantangan besar bagi petani, pengetahuan lokal yang berkaitan dengan pengelolaan air, pemilihan varietas tanaman yang adaptif, serta teknik bertani ramah lingkungan telah terbukti efektif dalam menjaga ketahanan pangan. Petani di wilayah ini juga mengembangkan berbagai inovasi berdasarkan pengalaman mereka yang tidak hanya bertujuan untuk mempertahankan produksi, tetapi juga untuk meningkatkan keberlanjutan jangka panjang. Pengetahuan lokal ini, meskipun sering kali tidak terdokumentasi dengan baik, menjadi elemen kunci dalam sistem produksi pangan yang tangguh dan berkelanjutan.