This Author published in this journals
All Journal PESHUM
Ilham Fajri
Universitas Telkom

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Studi Etnografi Sistem Produksi Pangan Berbasis Kearifan Lokal di Era Perubahan Iklim Daerah Lembang Kabupaten Bandung Barat Ilham Fajri; Ilmiati Tsaniah
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.18035

Abstract

Penelitian ini merupakan studi etnografi yang bertujuan untuk menggali dan memahami sistem produksi pangan yang berbasis pada pengetahuan lokal di wilayah Lembang, Kabupaten Bandung Barat, dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Wilayah Lembang, yang dikenal dengan pertanian hortikultura dan agroindustri lokal, menghadapi perubahan iklim yang semakin intens, seperti perubahan pola curah hujan, peningkatan suhu, serta pergeseran musim yang mempengaruhi hasil pertanian. Studi ini berfokus pada cara-cara adaptasi yang diterapkan oleh masyarakat lokal, khususnya petani, dalam menghadapi perubahan iklim yang berdampak pada ketahanan pangan dan ekonomi mereka. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, penelitian ini menggali bagaimana pengetahuan tradisional yang telah diwariskan turun-temurun digunakan dalam mengelola sumber daya alam dan merencanakan pola tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun perubahan iklim memberikan tantangan besar bagi petani, pengetahuan lokal yang berkaitan dengan pengelolaan air, pemilihan varietas tanaman yang adaptif, serta teknik bertani ramah lingkungan telah terbukti efektif dalam menjaga ketahanan pangan. Petani di wilayah ini juga mengembangkan berbagai inovasi berdasarkan pengalaman mereka yang tidak hanya bertujuan untuk mempertahankan produksi, tetapi juga untuk meningkatkan keberlanjutan jangka panjang. Pengetahuan lokal ini, meskipun sering kali tidak terdokumentasi dengan baik, menjadi elemen kunci dalam sistem produksi pangan yang tangguh dan berkelanjutan.