Mona Alyaa Sausan
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Guru dan Ulama dalam Tradisi Pendidikan Islam Melayu Laila Rahmi Hasanah; Mona Alyaa Sausan; Maryamah Maryamah; Zulhijra Zulhijra
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.18582

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru dan ulama dalam tradisi pendidikan Islam Melayu serta relevansinya dalam menghadapi tantangan pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, melalui penelusuran literatur berupa buku, jurnal, artikel, dokumen sejarah, dan sumber digital yang relevan. Data primer berasal dari karya akademik yang membahas langsung peran guru dan ulama dalam pendidikan Islam Melayu, sedangkan data sekunder berupa artikel pendukung dan media daring. Analisis dilakukan dengan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi nilai dan pesan pendidikan Islam, serta analisis deskriptif untuk menjelaskan keterkaitan peran guru dan ulama dengan dinamika pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi pendidikan Islam Melayu berakar dari sistem halaqah sederhana, berkembang menjadi pesantren dan surau, hingga bertransformasi menjadi madrasah dan sekolah Islam modern. Guru dan ulama berperan sebagai pengajar, teladan moral, penggerak tradisi, dan pembaharu sistem pendidikan, mulai dari masa Walisongo hingga pembaruan oleh KH. Ahmad Dahlan melalui Muhammadiyah. Di era global, peran guru dan ulama tetap sentral dalam menghadapi tantangan kurikulum, teknologi, serta krisis identitas moral generasi muda, sehingga pendidikan Islam Melayu tetap relevan sekaligus kokoh secara spiritual.
PEMIKIRAN PENDIDIKAN K.H. HASYIM ASY’ARI SERTA RELEVANSINYA BAGI SEKOLAH DAN PESANTREN DI KAWASAN MELAYU Muhammad Albab Mananna; Lailatul Mukjizat; Mona Alyaa Sausan; Abu Mansur; Nurlaila Nurlaila
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Desember 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i2.1181

Abstract

Sebagai ulama besar dan pendiri Pesantren Tebuireng, K.H. Hasyim Asy’ari merumuskan pendidikan Islam yang mengutamakan pentingnya adab, integritas moral, dan penyempurnaan akhlak sebagai inti pembelajaran. Artikel ini mengkaji secara komprehensif pemikiran pendidikan K.H. Hasyim Asy’ari serta relevansinya bagi sekolah dan pesantren pada kawasan Melayu. Studi ini menerapkan metode kualitatif dengan memanfaatkan pendekatan kajian literatur pustaka, melalui analisis literatur klasik maupun kontemporer relevan dengan konsep pendidikan beliau. Hasil kajian mengemukakan bahwasannya pemikiran K.H. Hasyim Asy’ari mencakup beberapa aspek fundamental, yaitu tujuan pendidikan yang berorientasi pada pembentukan insan bertakwa, karakteristik guru sebagai figur teladan, sistem pendidikan berbasis nilai-nilai teosentris, integrasi ilmu agama serta ilmu umum, metode pembelajaran pesantren seperti bandongan dan sorogan, serta evaluasi bukan cuma menilai aspek kognitif akan tetapi terkait perilaku dan pengamalan ilmu. Pada konteks sekolah dan pesantren di wilayah Melayu, meliputi Indonesia bagian barat, Malaysia, Brunei, dan komunitas Melayu lainnya,gagasan Hasyim Asy’ari terbukti sangat relevan. Nilai-nilai akhlak, penghormatan terhadap guru, keseimbangan antara tradisi dan modernitas, serta pelestarian kitab kuning selaras dengan budaya masyarakat Melayu yang menjunjung tinggi adab dan moralitas. Dengan demikian, pemikiran K.H. Hasyim Asy’ari dapat dijadikan landasan filosofis serta praktis terhadap penguatan pendidikan Islam di kawasan Melayu, terutama dalam menghadapi tantangan globalisasi tanpa kehilangan identitas keilmuan dan karakter keislaman.