Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi ekonomi yang tidak menentu akibat pemulihan setelah pandemi COVID-19 yang mengakibatkan terjadinya kenaikan inflasi, fluktuasi harga, serta gangguan pada rantai pasok global. Kondisi ini mengharuskan banyak perusahaan mencari langkah pasti untuk dapat menyesuaikan diri dengan kondisi ekonomi yang berubah. Maka, IPO merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk mempertahankan keberlangsungan usaha guna memberikan keuntungan ditengah kondisi ekonomi yang menantang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kinerja keuangan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebelum dan sesudah IPO tahun 2022. Kinerja keuangan diukur melalui rasio likuiditas, solvabilitas, aktivitas, dan profitabilitas dengan indikator variabel menggunakan Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Total Assets Turnover, dan Return on Equity. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui pendekatan komparatif dengan data sekunder dari laporan keuangan perusahaan sebelum dan sesudah IPO yang diperoleh dari situs BEI dan website resmi perusahaan sampel. Analisis data dilakukan melalui uji statistik deskriptif, uji normalitas data, dan uji hipotesis dengan Paired Sample T-Test dan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaaan kinerja keuangan sebelum dan sesudah melakukan IPO pada variabel Current Ratio, Debt to Equity Ratio, dan Return on Equity, dengan perolehan masing-masing nilai signifikansi sebesar 0.016, 0.003, dan 0.027 yang menunjukkan nilai tersebut lebih kecil dari 0.05, sedangkan pada Total Assets Turnover memiliki nilai signifikansi 0.208 lebih besar dari 0.05 sehingga tidak menunjukkan adanya perbedaan kinerja keuangan sebelum dan sesudah melakukan IPO. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pihak terkait dalam menilai kinerja keuangan perusahaan sebelum dan sesudah IPO.