Maretila Asmaradila
Universitas Tanjungpura

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN RUMAH BACA MELATI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN ANAK SEKOLAH DUSUN MELATI DESA KALIMAS Reiki Nauli Harahap; Agus Yuliono; Margaretha Andriani AP; Maretila Asmaradila; Brigitha Nancy; Gregorius Ferdian
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : PROFICIO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.4341

Abstract

Penyebab kualitas pendidikan rendah salah satunya disebabkan oleh rendahnya tingkat literasi atau minat baca di kalangan siswa dan mahasiswa. Peningkatan pendidikan dapat diperoleh di pendidikan formal, informal maupun nonformal. Salah satu tempat bimbingan pendidikan nonformal yaitu Rumah Baca Melati di Dusun Melati yang didirikan atas dasar inisiatif dari pendiri Rumah Baca Melati. Pendirian rumah baca melati ini muncul dari keinginan untuk menjadi sarana bagi anak-anak dalam meningkatkan kemampuan literasi mereka, mengakses berbagai sumber pengetahuan, dan mendapatkan bimbingan belajar yang mendukung pendidikan formal di sekolah serta mengurangi penggunaan gadget pada anak-anak. Terdapat tiga program di Rumah Baca Melati dalam meningkatkan pendidikan dan minat baca anak-anak di dusun Melati yaitu kegiatan literasi dan ruang baca, bimbingan belajar, dan program TPA. Tujuan penelitian untuk menguraikan perananan dari Rumah Baca Malati dalam meningkatkan kualitas pendidikan pada anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan melakukan observasi dan wawancara antara pihak Rumah Baca Melati, orang tua dan anak-anak bimbingan Rumah baca Melati untuk mengukur keberhasilan dalam mencapai tujuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak lebih sering membaca buku dan terbantu dengan bimbingan belajar dari rumah baca. Pihak orang tua juga mendukung penuh program dari Rumah Baca Melati karena dapat mengurangi penggunaan gadget pada anak-anak mereka