Retnoning Ambarwati
Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN MINAT KEWIRAUSHAAN SISWA SMK MELALUI PELATIHAN KOMUNIKASI EFEKTIF BERBASIS EXPERIENTAL LEARNING Eny Kusumawati; Retnoning Ambarwati; Nawang Ramandan; Amnesti Sofiana Lestari
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : PROFICIO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6701

Abstract

Minat kewirausahaan siswa Sekolah Menengah Kejuruan masih perlu ditingkatkan untuk mempersiapkan lulusan yang mampu menciptakan peluang kerja secara mandiri. Salah satu faktor yang memengaruhi minat kewirausahaan adalah kemampuan komunikasi. Siswa yang memiliki keterampilan komunikasi yang baik cenderung lebih percaya diri dalam menyampaikan ide bisnis, membangun relasi, dan memasarkan produk atau jasa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan minat kewirausahaan siswa melalui pelatihan komunikasi efektif berbasis experiential learning. Sasaran kegiatan adalah 35 siswa Sekolah Menengah Kejuruan yang mengikuti pelatihan secara langsung. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi, diskusi kelompok, simulasi presentasi bisnis, permainan peran, dan refleksi pengalaman belajar. Evaluasi dilakukan melalui pretest, posttest, serta observasi selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa minat kewirausahaan siswa mengalami peningkatan setelah mengikuti pelatihan. Siswa menjadi lebih aktif dalam berdiskusi, lebih percaya diri saat menyampaikan ide usaha, serta lebih berani melakukan presentasi bisnis di depan peserta lain. Pelatihan komunikasi efektif berbasis experiential learning terbukti meningkatkan keterampilan komunikasi dan menumbuhkan minat kewirausahaan siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Program ini dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan pengembangan kewirausahaan di lingkungan sekolah.
CERDAS KELOLA UANG, CERMAT HADAPI PENIPUAN DIGITAL: UPAYA PENINGKATAN LITERASI KEUANGAN DAN LITERASI DIGITAL MASYARAKAT KELURAHAN PASAR KLIWON KOTA SURAKARTA Kurniawati Darmaningrum; Supartini Supartini; Istinganah Eni Maryanti; Syahriar Abdullah; Rini Adiyani; Retnoning Ambarwati; Muhammad Sultan; Darsono Darsono
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah meningkatkan kemudahan masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan, namun di sisi lain juga memicu meningkatnya kasus penipuan berbasis digital. Rendahnya tingkat literasi keuangan dan literasi digital menjadi faktor yang menyebabkan masyarakat rentan terhadap berbagai modus penipuan, seperti phishing, investasi ilegal, penyalahgunaan data pribadi, dan rekayasa sosial (social engineering). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan yang bijaksana serta meningkatkan kemampuan dalam mengenali dan mencegah penipuan digital. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Februari 2026 di Kelurahan Pasar Kliwon, Kota Surakarta, dengan melibatkan 50 peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kader PKK, Karang Taruna, tokoh masyarakat, dan perangkat kelurahan. Metode yang digunakan adalah Participatory Learning and Action (PLA) melalui tahapan identifikasi kebutuhan, penyuluhan, diskusi partisipatif, simulasi kasus penipuan digital, praktik penyusunan anggaran keuangan rumah tangga, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai prinsip pengelolaan keuangan, pentingnya perencanaan keuangan keluarga, karakteristik investasi yang legal, serta kemampuan mengenali berbagai modus penipuan digital. Peserta juga menunjukkan peningkatan kesadaran dalam menjaga keamanan data pribadi, memverifikasi informasi sebelum melakukan transaksi, dan menerapkan perilaku keuangan yang lebih bertanggung jawab. Kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi edukasi literasi keuangan dan literasi digital melalui pendekatan partisipatif mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam membangun ketahanan finansial sekaligus memperkuat kewaspadaan terhadap ancaman penipuan di era digital.