Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Peran Pendampingan UMKM Kedai Sambal Cobek Bu Yudhi Lianny Pangesa; Rachel Natasya; Daniel Gerrits; Derick Tayindra; Budi Setiawan
Journal of Micro, Small and Medium Enterprises Vol. 2 No. 3 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/umkm.v2i3.1009

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendampingan dalam proses legalisasi usaha pada UMKM Kedai Sambal Cobek Bu Yudhi, khususnya dalam membantu pelaku usaha memahami prosedur perizinan dan mengurus dokumen legalitas secara mandiri. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus berbasis Participatory Action Research (PAR). Pendekatan ini melibatkan peneliti secara langsung dalam proses pendampingan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam terhadap dinamika dan tantangan yang dihadapi pelaku usaha selama pengurusan legalitas. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dokumentasi kegiatan, serta telaah dokumen sekunder seperti pedoman OSS dan peraturan perizinan UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan memiliki peran signifikan dalam mempercepat proses administrasi legalitas dan meningkatkan pemahaman pemilik usaha terhadap aspek hukum yang berlaku. Melalui pendampingan, Kedai Sambal Cobek Bu Yudhi berhasil menyelesaikan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), pengajuan sertifikat halal, serta pemenuhan dokumen lingkungan berupa Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL). Keempat instrumen legalitas tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kredibilitas usaha, kepercayaan konsumen, dan peluang kerja sama dengan pihak eksternal. Hasil ini menegaskan bahwa pendampingan yang terstruktur dan berkelanjutan mampu memperkuat posisi hukum UMKM serta mendorong pengembangan usaha secara profesional dan berkelanjutan.
Strategi Pengembangan Atraksi Seni Tari Jaipong Sebagai Daya Tarik Wisata Berbasis Kearifan Lokal Di Kampung Tematik Ranca Indah Serpong Tangerang Selatan Sandra Mudita Tanumihardjo; Chan Michael Raditya; Lianny Pangesa; Joseph Denny Radaza Ong; Budi Setiawan
Jurnal Pariwisata dan Perhotelan Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjpp.v3i2.5800

Abstract

Pengembangan pariwisata berbasis budaya menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus melestarikan budaya lokal. Kampung Wisata Tematik Ranca Indah di Serpong, Tangerang Selatan memiliki potensi budaya berupa seni Tari Jaipong yang sebelumnya pernah menjadi bagian dari aktivitas masyarakat. Namun, sejak pandemi COVID-19, kegiatan wisata dan aktivitas seni di kawasan tersebut mengalami penurunan sehingga Tari Jaipong tidak lagi berjalan secara rutin dan belum dimanfaatkan secara optimal sebagai atraksi wisata budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dan strategi pengembangan atraksi seni Tari Jaipong sebagai daya tarik wisata berbasis kearifan lokal di Kampung Wisata Tematik Ranca Indah. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Jaipong masih dipertahankan melalui kegiatan latihan komunitas dan pertunjukan pada acara sosial masyarakat. Selain itu, keberadaan rumah tua yang masih dipertahankan oleh warga juga menjadi bagian dari identitas budaya kawasan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perpaduan antara seni pertunjukan tradisional dan unsur budaya fisik memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai atraksi wisata budaya yang memberikan pengalaman autentik bagi wisatawan. Pengembangan wisata budaya di Kampung Wisata Tematik Ranca Indah memerlukan keterlibatan masyarakat, pengelolaan yang lebih terstruktur, serta dukungan promosi agar potensi budaya lokal dapat terus dilestarikan dan menjadi daya tarik wisata yang berkelanjutan