Bayu Luxmono
Universitas Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH PERSON-JOB FIT, PERSON-ORGANIZATION FIT, DAN PELATIHAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN EMPLOYEE ENGAGEMENT SEBAGAI VARIABEL INTERVENING STUDI PADA KANTOR PELAYANAN KEKAYAAN NEGARA DAN LELANG SEMARANG Bayu Luxmono; Wyati Saddewisasi; Djoko Santoso
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 3 (2026): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/4xcmnm73

Abstract

Sumber daya manusia merupakan aset strategis yang berperan penting dalam menentukan keberlanjutan, produktivitas, dan kualitas pelayanan organisasi publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh person-job fit, person-organization fit, dan pelatihan kerja terhadap kinerja pegawai dengan employee engagement sebagai variabel intervening pada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada seluruh pegawai KPKNL Semarang dengan teknik sensus. Data dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa person-job fit dan pelatihan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Person-organization fit berpengaruh signifikan terhadap employee engagement, tetapi tidak berpengaruh langsung terhadap kinerja pegawai. Selain itu, employee engagement terbukti memediasi pengaruh pelatihan kerja dan person-organization fit terhadap kinerja pegawai, tetapi tidak memediasi pengaruh person-job fit terhadap kinerja pegawai. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja pegawai tidak hanya ditentukan oleh kesesuaian individu dengan pekerjaan, tetapi juga oleh efektivitas pelatihan dan keterikatan pegawai terhadap organisasi. Oleh karena itu, organisasi perlu memperkuat internalisasi nilai, meningkatkan relevansi pelatihan, serta membangun employee engagement secara berkelanjutan guna mendukung optimalisasi kinerja pegawai.