Nelpi Lampita Br Munte
Sekolah Tinggi Teologi Bethel The Way, Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Iman Kristen dan Problem Mengemis Online: Tanggung Jawab Gereja terhadap Kemiskinan Nelpi Lampita Br Munte; Andreas Eko Nugroho; Philip Suciadi Chia
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 9 No 1 (2026): Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v9i1.774

Abstract

Online begging is a phenomenon that has emerged and been considered controversial in the digital space. This practice is not only carried out by people who are physically and economically disadvantaged, but also by those who are physically and economically capable. However, the root cause of the phenomenon of online begging is widespread poverty. That is why the purpose of this study is to explore the phenomenon of online begging as an act of exploitation of poverty and the responsibility of the church in alleviating poverty from the perspective of Christian faith and Kuyper's social problem theory. This qualitative study uses the library research method. The results of this study show that in the midst of modernity and technological advances, poverty is exploited and commercialized for profit. In line with Kuyper's speech, the church needs to educate its congregation and provide opportunities for skills training. The church also needs to foster solidarity among its members so that the rich help the poor and those who do not have decent jobs. AbstrakMengemis online merupakan fenomena yang sempat muncul dan dinilai kontroversial di ruang digital. Praktik ini tidak hanya dilakukan oleh orang-orang yang mengalami kekurangan secara fisik dan ekonomi, tapi juga dilakukan orang-orang yang mampu. Meski demikian, akar dari fenomena mengemis online adalah kemiskinan yang meluas. Itu sebabnya tujuan dari penelitian ini adalah menggali fenomena mengemis online sebagai tindakan eksploitasi kemiskinan dan tanggung jawab gereja dalam mengentaskan kemiskinan dari teori iman Kristen dan problem sosial Kuyper. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode library research. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa di tengah modernitas dan kemajuan teknologi, kemiskinan justru di eksploitasi dan dikomersialkan untuk mendapatkan benefit. Sesuai dengan pidato yang disampaikan Kuyper, maka gereja perlu melakukan edukasi kepada warga jemaat serta membuka ruang-ruang pelatihan keterampilan. Gereja juga perlu menggalang solidaritas warganya agar mereka yang mampu dan kaya secara finansial dapat membantu yang miskin dan tidak memiliki pekerjaan yang layak.