Andreas Eko Nugroho
Sekolah Tinggi Teologi Bethel The Way, Jakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Memberdayakan Jemaat Gereja di Sragen: Pelatihan dan Pelayanan Melalui Mission Trip Romika; Andreas Eko Nugroho; Esti Rahayu; Nehemia Wiranata Koeswanto; Elisabeth Era
Diakoneo : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui mission Trip yang dilaksanakan di Sragen bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pelayanan yang mendalam kepada warga gereja dalam berbagai aspek kehidupan rohani dan kepemimpinan gereja. Melalui kegiatan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR), konseling, pelatihan kepemimpinan, pelatihan Worship Leader (WL), dan pelatihan guru Sekolah Minggu, program ini menargetkan pengembangan kualitas pelayanan gereja di Sragen. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menggali persepsi dan pengalaman para peserta melalui wawancara dan diskusi kelompok terarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini berhasil membangkitkan semangat peserta, memperkuat kemampuan kepemimpinan, serta meningkatkan kualitas pelayanan ibadah dan pendidikan anak di gereja. Dampak positif dari program ini tidak hanya dirasakan oleh para peserta, tetapi juga oleh jemaat gereja secara keseluruhan, yang mengalami peningkatan dalam kebersamaan dan kualitas ibadah. Program ini menunjukkan pentingnya mission trip dalam memperkuat kapasitas gereja dalam mempersiapkan pelayanan yang baik bagi warga gereja.
Teologi Moral Paulus dan Krisis Etika Kontemporer: Studi Biblika Roma 12:1–2 dalam Mereduksi degradasi Moralitas Andreas Eko Nugroho
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 7, No 1 (2026): MEI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v7i1.346

Abstract

The increasingly widespread moral decline in modern society points to an ethical crisis resulting from the weakening of spiritual values, moral relativism, and the rise of individualism, all of which affect the lives of believers. This study aims to analyse the moral theology of the Apostle Paul in Romans 12:1–2 and its relevance in mitigating contemporary moral decline through the ministry of the church. The study employs a qualitative method with a biblical studies approach through exegetical and hermeneutical analysis of Romans 12:1–2. The findings indicate that the concepts of the offering of one’s life and the renewal of the mind form the foundation of Paul’s moral theology, guiding believers to live distinctively from the world’s ways; thus, they hold significant relevance for ministry in shaping the moral character of the congregation amidst the ethical crisis of contemporary society. The novelty of this research lies in its attempt to examine Romans 12:1–2 exegetically whilst linking it to ministry strategies aimed at reducing the decline in morality within modern church communities.AbstrakDegradasi moral yang semakin meluas dalam masyarakat modern menunjukkan adanya krisis etika akibat melemahnya nilai-nilai spiritual, relativisme moral, dan berkembangnya individualisme yang memengaruhi kehidupan orang percaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis teologi moral Rasul Paulus dalam Surat Roma 12:1–2 serta relevansinya dalam mereduksi degradasi moralitas kontemporer melalui pelayanan gereja. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi biblika melalui analisis eksegetis dan hermeneutik terhadap Roma 12:1–2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep persembahan hidup dan pembaruan budi menjadi dasar teologi moral Paulus yang menuntun orang percaya hidup berbeda dari pola dunia, sehingga memiliki relevansi penting bagi pelayanan dalam membentuk karakter moral jemaat di tengah krisis etika masyarakat kontemporer. Kebaruan penelitian ini terletak pada upaya mengkaji Roma 12:1–2 secara eksegetis sekaligus menghubungkannya dengan strategi pelayanan dalam mereduksi degradasi moralitas dalam komunitas gereja modern. Kata Kunci: Teologi Paulus, Etika Kristen, Roma 12:1–2, Moral.
Iman Kristen dan Problem Mengemis Online: Tanggung Jawab Gereja terhadap Kemiskinan Nelpi Lampita Br Munte; Andreas Eko Nugroho; Philip Suciadi Chia
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 9 No 1 (2026): Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v9i1.774

Abstract

Online begging is a phenomenon that has emerged and been considered controversial in the digital space. This practice is not only carried out by people who are physically and economically disadvantaged, but also by those who are physically and economically capable. However, the root cause of the phenomenon of online begging is widespread poverty. That is why the purpose of this study is to explore the phenomenon of online begging as an act of exploitation of poverty and the responsibility of the church in alleviating poverty from the perspective of Christian faith and Kuyper's social problem theory. This qualitative study uses the library research method. The results of this study show that in the midst of modernity and technological advances, poverty is exploited and commercialized for profit. In line with Kuyper's speech, the church needs to educate its congregation and provide opportunities for skills training. The church also needs to foster solidarity among its members so that the rich help the poor and those who do not have decent jobs. AbstrakMengemis online merupakan fenomena yang sempat muncul dan dinilai kontroversial di ruang digital. Praktik ini tidak hanya dilakukan oleh orang-orang yang mengalami kekurangan secara fisik dan ekonomi, tapi juga dilakukan orang-orang yang mampu. Meski demikian, akar dari fenomena mengemis online adalah kemiskinan yang meluas. Itu sebabnya tujuan dari penelitian ini adalah menggali fenomena mengemis online sebagai tindakan eksploitasi kemiskinan dan tanggung jawab gereja dalam mengentaskan kemiskinan dari teori iman Kristen dan problem sosial Kuyper. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode library research. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa di tengah modernitas dan kemajuan teknologi, kemiskinan justru di eksploitasi dan dikomersialkan untuk mendapatkan benefit. Sesuai dengan pidato yang disampaikan Kuyper, maka gereja perlu melakukan edukasi kepada warga jemaat serta membuka ruang-ruang pelatihan keterampilan. Gereja juga perlu menggalang solidaritas warganya agar mereka yang mampu dan kaya secara finansial dapat membantu yang miskin dan tidak memiliki pekerjaan yang layak.
Suksesi Kepemimpinan Gereja dalam Penggembalaan Monarkhi: Kritik Teologi atas Dimensi Etis-Teologis Michael Sofian Tanuhendrata; Andreas Eko Nugroho; Kornelius Rulli Jonathans
Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 7, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46305/im.v7i1.544

Abstract

Church leadership succession is a crucial issue in ensuring continuity of service, stability of pastoral care, and the sustainability of the church's mission amid the dynamics of modern society. Monarchical leadership practices that place a single figure in power often pose ethical and theological challenges, especially when leadership transitions are not carried out transparently. Unclear succession procedures have the potential to cause internal conflict and weaken the integrity of church ministry. This phenomenon can be seen in various cases of churches facing succession turmoil due to a lack of ethical-theological principles to guide them. This study aims to analyse the ethical and theological dimensions of church leadership succession practices based on monarchical pastoral care. The research method used is qualitative with a literature study approach. This study concludes that church leadership succession from a biblical theological perspective emphasises the importance of leadership based on moral and spiritual principles. The monarchical pastoral model offers advantages in terms of continuity of service, but also presents problems if the succession practice is not transparent and fair. Therefore, theological criticism of monarchical practices emphasises the need for a structured ethical-theological approach to ensure the continuity of the church's mission and the integrity of pastoral care.  AbstrakSuksesi kepemimpinan gereja menjadi isu krusial dalam memastikan kesinambungan pelayanan, stabilitas penggembalaan, dan keberlangsungan misi gereja di tengah dinamika masyarakat modern. Praktik kepemimpinan monarkhi yang menempatkan figur tunggal seringkali menimbulkan tantangan etis dan teologis, terutama ketika transisi kepemimpinan tidak dijalankan secara transparan. Ketidakjelasan prosedur suksesi berpotensi menimbulkan konflik internal dan melemahkan integritas pelayanan gereja. Fenomena ini terlihat pada berbagai kasus gereja yang menghadapi gejolak suksesi akibat minimnya prinsip etis-teologis yang dijadikan pedoman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dimensi etis dan teologis dalam praktik suksesi kepemimpinan gereja berlandaskan penggembalaan monarkhi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, dan wawancara. Penelitian ini menyimpulkan bahwa suksesi kepemimpinan gereja dalam perspektif teologi Alkitabiah menekankan pentingnya kepemimpinan yang berlandaskan prinsip moral dan spiritual. Model penggembalaan monarkhi menawarkan keunggulan dalam kontinuitas pelayanan, namun juga menghadirkan problematika jika praktik suksesi tidak transparan dan adil. kritik teologis terhadap praktik monarkhi menegaskan perlunya pendekatan etis-teologis yang terstruktur untuk memastikan keberlangsungan misi gereja dan integritas penggembalaan.