Preti Alhayyu Utami
Universitas PGRI Silampari

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS RESPON GURU DAN SISWA TERHADAP MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING PADA PEMBELAJARAN IPA SISWA SMP NEGERI TERAWAS Preti Alhayyu Utami; Ovilia Putri Utami Gumay; Ahmad Amin
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 10 No. 1 (2026): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v10i1.7161

Abstract

Pembelajaran IPA di SMP Negeri Terawas adalah dominannya metode ceramah serta minimnya kegiatan praktikum akibat keterbatasan fasilitas laboratorium. Kondisi ini menyebabkan proses pembelajaran cenderung berpusat pada guru dan kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat aktif dalam kegiatan penyelidikan ilmiah. Selain itu, keterbatasan bahan ajar yang hanya mengandalkan buku paket membuat pembelajaran kurang variatif dan kurang mendukung penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon guru dan siswa terhadap penerapan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing pada pembelajaran IPA di SMP Negeri Terawas. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan subjek seorang guru IPA dan siswa kelas VIII. Data dikumpulkan melalui observasi proses pembelajaran serta wawancara mendalam dengan guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru masih dominan menggunakan metode ceramah dan belum pernah menerapkan model inkuiri terbimbing karena keterbatasan fasilitas laboratorium, waktu pembelajaran, serta minimnya dukungan sarana pendukung. Siswa juga mengonfirmasi bahwa pembelajaran yang diterapkan bersifat pasif dan kurang melibatkan aktivitas investigatif. Sebagian besar siswa menganggap pembelajaran IPA cukup sulit dipahami dan membutuhkan praktikum untuk membantu pemahaman konsep. Namun, mayoritas siswa menunjukkan ketertarikan tinggi apabila pembelajaran dilakukan dengan model inkuiri terbimbing karena dinilai lebih menarik dan memberikan pengalaman belajar langsung. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model inkuiri terbimbing berpotensi meningkatkan keaktifan siswa, motivasi belajar, serta pemahaman konsep IPA apabila didukung dengan fasilitas laboratorium dan perangkat pembelajaran yang memadai. Penelitian merekomendasikan perlunya pelatihan guru, penyediaan sarana praktik, dan pengembangan bahan ajar berbasis inkuiri untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di sekolah.
Meningkatkan Keterampilan Kolaborasi Siswa SMP Negeri Terawas melalui Penggunaan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Preti Alhayyu Utami; Ovilia Putri Utami Gumay; Ahmad Amin
Prosiding Silampari Conference of Life Sciences and Techonology (Silamparilist) Vol 2 (2026): Proceeding Silampari Conference of Life Science and Technology
Publisher : Proceeding of Silampari Conference of Life Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the effect of implementing the Guided Inquiry learning model on improving collaboration skills and science learning outcomes among students at SMP Negeri Terawas. The study was motivated by students' low collaboration skills—evidenced by suboptimal abilities in cooperation, communication, responsibility, flexibility, and reaching consensus during group work—as well as low science learning outcomes. A quantitative approach was employed using a pre-experimental design, specifically the One-Group Pretest-Posttest Design. The research subjects consisted of 30 seventh-grade students selected via a saturated sampling technique. Data were collected using collaboration skill observation sheets and learning outcome tests, then analyzed using descriptive statistics and the N-Gain test. The results indicate that the average collaboration skill score increased from 45.86 to 72.96, with an N-Gain value of 0.588, falling into the medium category. Additionally, the average learning outcome score rose from 20.33 in the pretest to 78.50 in the posttest. These findings demonstrate that the Guided Inquiry learning model is effective in enhancing collaboration skills and science learning outcomes through inquiry, discussion, and problem-solving activities that foster active student engagement within a student-centered learning environment.