Desi Chayani Wulan
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Program Remedial dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Desi Chayani Wulan; Muslim Afandi; Mhd Subhan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6175

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep, tujuan, prinsip, serta mekanisme pelaksanaan program remedial dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal, dan artikel ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa program remedial merupakan bagian penting dalam sistem pembelajaran yang berfungsi untuk membantu peserta didik mengatasi kesulitan belajar dan mencapai kriteria ketuntasan minimal. Remedial tidak hanya berfungsi sebagai pengulangan materi, tetapi juga sebagai proses diagnostik, korektif, adaptif, dan terapeutik. Dalam perspektif PAI, program remedial memiliki dimensi yang lebih luas karena mencakup aspek kognitif, afektif, dan spiritual yang sejalan dengan konsep islah (perbaikan) dan tazkiyah (penyucian diri). Pelaksanaan remedial yang efektif memerlukan perencanaan yang sistematis, mulai dari identifikasi kebutuhan siswa, perancangan strategi pembelajaran, hingga evaluasi berkelanjutan. Dengan demikian, program remedial memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang inklusif, adaptif, dan berkeadilan
Kerajaan Turki Usmani: Kajian Keberlangsungan Peradaban Islam Di Eropa: Penelitian Desi Chayani Wulan; Edi Yusrianto
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4165

Abstract

The Ottoman Empire played a highly crucial role, especially in the expansion of Islamic territories and the development of Islamic civilization in Europe. The peak of Ottoman advancement occurred under the leadership of Sultan Suleiman I. He was known as al-Qanuni, meaning “the lawgiver,” because he successfully formulated laws to regulate society. During the Islamic golden age, many Europeans came to learn and seek knowledge from Muslims, enabling them to emerge from the Dark Ages. The Islamic world had once reached great heights in science, technology, and philosophy, particularly under the Abbasid Dynasty, which lasted from the 8th to the 15th century. This study uses library research with a historical approach. The results show that the Ottoman Empire achieved significant glory in its era, successfully expanding Islamic territories across three continents and managing the longest-lasting government in Islamic history (approximately seven centuries) involving 39 ruling leaders. However, the Ottoman government placed strong emphasis on military strength; the kingdom’s position would weaken if its military institutions were not well maintained, while a strong military contributed to the empire’s progress. Nevertheless, the military still played an important role in supporting the greatness of the Ottomans.