Tuntutan terhadap kecepatan dan keandalan layanan Teknologi Informasi (TI) di era digital mendorong organisasi beralih dari operasional manual menuju otomatisasi. Namun, implementasi tanpa tata kelola yang kuat kerap memicu hilangnya visibilitas evaluasi layanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara teoretis pemanfaatan otomatisasi terhadap peningkatan berkelanjutan pada proses manajemen layanan TI modern dengan kerangka ITIL 4 Service Value System (SVS). Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap literatur empiris publikasi 2020–2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa otomatisasi cerdas melalui integrasi AI/ML dan Policy-as-Code secara fundamental mentransformasi instrumen Continual Improvement Register (CIR) menjadi ekosistem analitik yang prediktif. Implementasi otomatisasi terbukti mampu menurunkan Mean Time to Resolution (MTTR) hingga 45,8%, mempercepat lead time perubahan hingga 70%, serta memberikan penghematan biaya operasional sebesar 36%. Analisis lintas sektor menegaskan bahwa otomatisasi berperan sebagai mesin orkestrasi data yang menjembatani kesenjangan visibilitas antardivisi dan mencegah insiden berulang. Kesimpulannya, otomatisasi tidak sekadar menggantikan tugas manusia, melainkan bertindak sebagai penyuplai data esensial bagi ekosistem ITIL 4 SVS untuk menjamin perbaikan layanan TI yang terstruktur dan berkesinambungan.