Osco Parmonangan Sijabat
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Implementasi Kurikulum Merdeka Dalam Perspektif Teori Belajar Humanistik Osco Parmonangan Sijabat; Herlina Hotmadinar Sianipar; Injen Pardamean Butar-Butar
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/pijar.v4i2.1693

Abstract

Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan penerapan kurikulum merdeka dalam perpektif teori belajar humanistik, hambatan-hambatan implementasi kurikulum merdeka, solusi yang ditempuh untuk mengatasi berbagai permasalahan kurikulum merdeka. Berdasarkan tujuan tersebut penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pada analisis kebijakan Kurikulum merdeka, kesesuaian antara kurikulum merdeka dengan teori liberal arts adalah pada 3 (tiga) aspek yang meliputi: (a) Aspek kemunculan yang merupakan respon dari kebutuhan masyarakat secara kontekstual dan kebutuhan peserta didik tidak akan mudah menyerah kalah dalam menghadapi segala perubahan, tetapi akan lebih siap beradaptasi atau mereka malah mampu ikut mengubah keadaan dengan ide baru (b) Aspek filosofis berdasarkan filosofi pembelajaran liberal arts dari Socrates yaitu: kemerdekaan guru, hak peserta didik dalam menentukan proses pembelajaran dan konsep kesuksesan diri dalam ruang lingkup kebebasan berpikir.; (c) Aspek konseptual yang meliputi; tujuan yaitu kemerdekaan dan kebebasan yang memanusiakan manusia, proses yang menekankan pada pembelajaran yang bermakna dan evaluasi yang bersifat holistik mempertimbangkan kapasitas siswa. Kendala yang dihadapi dari implementasi Kurikulum merdeka dalam Perpektif Teori Humanistik di SD Negeri 125138 Pematangsiantar yaitu ketidaksiapan perangkat kurikulum dimana terdapat perangkat ajar seperti modul projek, modul ajar, dan lainnya sangat mempengaruhi pelaksanaan kurikulum di sekolah dasar