Khusnul Khotimah
Universitas Islam Negri Raden Fatah Palembang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Aktor dan Kepentingan dalam Kebijakan Pendidikan: Penelitian Fahmi Fahmi; Khusnul Khotimah; Diah Puspita; Ghea Audysa Sherly
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6660

Abstract

Pendidikan adalah sektor penting dalam pembangunan nasional yang memerlukan kebijakan yang tepat agar peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat tercapai dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pihak-pihak yang terlibat dalam kebijakan pendidikan serta berbagai kepentingan yang memengaruhi proses penyusunan dan pelaksanaannya. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan mengkaji berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga melibatkan berbagai pihak seperti lembaga pendidikan, guru, organisasi masyarakat, dan media. Pihak-pihak ini memiliki peran yang berbeda, baik sebagai pembuat kebijakan, pelaksana, maupun pengawas kebijakan. Selain itu, setiap pihak membawa kepentingan tertentu yang mencakup kepentingan politik, ekonomi, sosial, dan ideologis. Interaksi antara pihak-pihak dan kepentingan ini menimbulkan dinamika berupa negosiasi dan kompromi dalam proses kebijakan. Oleh karena itu, kebijakan pendidikan merupakan hasil dari proses kolaboratif yang dipengaruhi oleh berbagai kepentingan yang saling berinteraksi. Keberhasilan kebijakan pendidikan sangat bergantung pada kerja sama, koordinasi, dan dukungan dari semua pihak yang terlibat sehingga mampu menghasilkan kebijakan yang efektif, inklusif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.