Cecep Castrawijaya
Magister Manajemen Dakwah, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kepemimpinan Adaptif Dan Transformasi Budaya Organisasi Dakwah: Strategi Mengelola Perubahan SDM Di Era Digital Ummi Sa'adah; Cecep Castrawijaya
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.6194

Abstract

Lembaga dakwah di era digital menghadapi tekanan transformasi yang semakin kompleks, mencakup percepatan teknologi, perubahan perilaku masyarakat, dan dinamika sumber daya manusia (SDM) yang terus bergeser. Penelitian ini mengkaji peran kepemimpinan adaptif dalam mendorong transformasi budaya organisasi dakwah serta strategi pengelolaan perubahan SDM yang relevan di era digital. Dengan menggunakan metode kajian pustaka sistematis (systematic literature review), penelitian ini mengintegrasikan berbagai temuan terkini dari jurnal-jurnal manajemen dakwah, kepemimpinan, dan transformasi digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan adaptif yang mencakup kemampuan membaca perubahan lingkungan, mendistribusikan otoritas, dan memfasilitasi pembelajaran organisasi merupakan faktor kunci keberhasilan transformasi budaya pada lembaga dakwah. Pemimpin yang adaptif mampu menjembatani nilai-nilai Islam yang menjadi fondasi dakwah dengan tuntutan inovasi digital yang tidak terelakkan. Penelitian ini juga menemukan bahwa transformasi budaya yang berhasil ditopang oleh tiga pilar utama: pengembangan digital leadership, penguatan kapasitas SDM berbasis nilai, dan manajemen perubahan yang partisipatif. Implikasi praktis dari temuan ini memberikan panduan strategis bagi pemimpin lembaga dakwah dalam mengelola perubahan SDM secara berkelanjutan tanpa menanggalkan identitas dan missi dakwah.
Fenomena Glass Ceiling Dalam Lembaga Dakwah: Analisis Tantangan Struktural Dan Budaya Organisasi Terhadap Kepemimpinan Perempuan Fitrah Amaliah Hasibuan; Cecep Castrawijaya
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.6221

Abstract

Fenomena glass ceiling merupakan hambatan tidak terlihat yang membatasi perempuan dalam mencapai posisi kepemimpinan strategis. Dalam konteks lembaga dakwah, fenomena ini menjadi penting karena meskipun perempuan berperan aktif dalam berbagai aktivitas dakwah, keterlibatan mereka dalam pengambilan keputusan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena glass ceiling dalam lembaga dakwah dengan fokus pada tantangan struktural dan kultural serta peluang kepemimpinan perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan struktural berupa sistem organisasi yang hierarkis dan didominasi oleh laki-laki, serta hambatan kultural berupa budaya patriarki dan interpretasi keagamaan yang bias gender, saling memperkuat dalam membatasi mobilitas perempuan. Namun demikian, perkembangan teknologi digital dan meningkatnya kesadaran kesetaraan gender membuka peluang baru bagi perempuan dalam kepemimpinan dakwah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fenomena glass ceiling dalam lembaga dakwah merupakan hasil interaksi antara faktor struktural dan kultural, sehingga diperlukan transformasi yang komprehensif untuk menciptakan kepemimpinan yang lebih inklusif.
Manajemen Resistensi Terhadap Perubahan Dalam Lembaga Dakwah Tradisional Nurrahmaini; Cecep Castrawijaya
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.6332

Abstract

Perubahan organisasi merupakan keniscayaan dalam menghadapi dinamika sosial, budaya, dan teknologi yang terus berkembang. Lembaga dakwah tradisional sebagai institusi keagamaan berbasis nilai-nilai klasik menghadapi tantangan besar dalam beradaptasi dengan tuntutan modernitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam bentuk resistensi terhadap perubahan, faktor penyebabnya, serta strategi manajemen yang efektif dalam mengatasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus dan didukung oleh studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resistensi dalam lembaga dakwah tradisional bersifat multidimensional, mencakup aspek psikologis, struktural, dan kultural-religius. Strategi manajemen resistensi yang efektif meliputi komunikasi transformasional, kepemimpinan berbasis nilai, pelibatan partisipatif, serta integrasi antara tradisi dan inovasi. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan ilmu manajemen dakwah serta memberikan rekomendasi praktis bagi pengelola lembaga dakwah.