Halawatul Fitri
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Pemikiran Pendidikan Pesantren K.H. Hasyim Asy’ari dan Relevansinya terhadap Pengembangan Pendidikan Islam di Indonesia Nurwan Azlin; Bunga Apralia; Nadia Nabila; Naila Azkiyah; Halawatul Fitri; Sri Wahyuni
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.6203

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biografi, pemikiran pendidikan, dan sistem pendidikan K.H. Hasyim Asy’ari, serta mengkaji relevansinya terhadap perkembangan pendidikan Islam di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui desain penelitian kepustakaan (library research), penelitian ini mengandalkan sumber data sekunder yang meliputi buku, jurnal ilmiah, dan artikel akademik yang berkaitan dengan pendidikan pesantren serta pemikiran Hasyim Asy’ari. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis menggunakan analisis isi (content analysis) yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran pendidikan Hasyim Asy’ari menekankan integrasi antara pembentukan akhlak, pengembangan intelektual, dan nilai-nilai spiritual, dengan penekanan kuat pada adab (etika) sebagai dasar pembelajaran. Sistem pendidikan yang dikembangkannya mendorong keseimbangan antara ilmu agama dan ilmu umum, yang didukung oleh metode tradisional seperti sorogan, bandongan, dan musyawarah yang dapat disesuaikan dengan pendekatan pendidikan modern. Penelitian ini juga menemukan bahwa gagasan-gagasannya sangat relevan dengan isu-isu kontemporer, khususnya dalam memperkuat pendidikan karakter, mendorong moderasi beragama, dan mengembangkan lembaga pendidikan Islam yang adaptif. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai klasik pesantren dengan sistem pendidikan modern dapat berkontribusi pada terciptanya pendidikan yang lebih holistik dan berbasis nilai. Penelitian ini menggunakan referensi dari berbagai karya ilmiah terbaru, namun tidak melibatkan tabel, gambar, maupun lampiran.
Manajemen Pembiasaan Santapan Rohani Sebelum Pembelajaran dalam Penguatan Akhlakul Karimah Siswa Dinda Auliya Safitri; Ririn Isnadia; Halawatul Fitri; Miftahir Rizqa
MANAGIERE: Journal of Islamic Educational Management Vol. 4 No. 2 (2025): MANAGIERE: Journal of Islamic Education Management
Publisher : Published by the Postgraduate Program in Islamic Education Management, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/managiere.v4i2.2467

Abstract

This study is motivated by the gap between the ideal objectives of Islamic education in fostering noble character and the reality of students’ moral behavior in schools. Pre-lesson spiritual habituation is viewed as a strategic program that requires proper management to ensure its effectiveness and sustainability. This study aims to analyze the management of pre-learning spiritual routines in strengthening students’ noble character, focusing on the functions of planning, organizing, implementing, supervising, and evaluating. This research employs a library research approach by examining books, scholarly articles, and relevant studies, which are analyzed qualitatively. The findings indicate that well-managed spiritual habituation programs contribute to the development of students’ discipline, honesty, responsibility, politeness, emotional intelligence, and social piety. Furthermore, systematic management of spiritual routines supports the establishment of a religious school culture as part of the hidden curriculum. Therefore, the management of pre-lesson spiritual habituation plays a strategic role in strengthening students’ noble character within the framework of Islamic educational management. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara tujuan ideal pendidikan Islam dalam membentuk akhlakul karimah dengan realitas perilaku siswa di sekolah. Pembiasaan santapan rohani sebelum pembelajaran dipandang sebagai program strategis yang memerlukan pengelolaan manajerial agar berjalan efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen pembiasaan santapan rohani sebelum pembelajaran dalam penguatan akhlakul karimah siswa, ditinjau dari fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan (library research) dengan mengkaji buku, artikel ilmiah, dan hasil penelitian relevan yang dianalisis secara kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengelolaan santapan rohani yang terencana, terstruktur, dan diawasi secara sistematis berkontribusi pada penguatan kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, sopan santun, kecerdasan emosional, serta kesalehan sosial siswa. Selain itu, manajemen pembiasaan ini berperan dalam membangun budaya religius sekolah sebagai bagian dari kurikulum tersembunyi. Dengan demikian, santapan rohani yang dikelola secara manajerial menjadi instrumen strategis dalam penguatan akhlakul karimah siswa di sekolah.
Toward an Islamic Multicultural Educational Management Paradigm: Developing Humanistic Character in Generation Z Resti Yulastri; Dinda Auliya Safitri; Halawatul Fitri; Ririn Isnadia
MANAGIERE: Journal of Islamic Educational Management Vol. 5 No. 2 (2026): MANAGIERE: Journal of Islamic Education Management
Publisher : Published by the Postgraduate Program in Islamic Education Management, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/managiere.v5i2.2653

Abstract

This study aims to examine the role of multicultural education in developing the humanistic character of Generation Z and to formulate an Islamic Multicultural Educational Management Paradigm that integrates multicultural values with Islamic educational principles. The study addresses contemporary social challenges, including intolerance, discrimination, digital hate speech, declining empathy, and social polarization among young people in increasingly diverse and digitally connected societies. This study employed a library research approach using an integrative literature review design. Data were collected from scholarly books, peer-reviewed journal articles, policy reports, and other relevant academic sources on multicultural education, Islamic educational management, character education, and Generation Z. The data were analyzed using descriptive-analytical and thematic synthesis techniques to identify conceptual relationships and develop a comprehensive theoretical framework. Multicultural education significantly contributes to the development of tolerance (tasamuh), empathy, democratic attitudes, social responsibility, mutual respect, and appreciation for human dignity. Furthermore, the study demonstrates that these values are closely aligned with Islamic principles, particularly ukhuwah basyariyah (human brotherhood), ta'aruf (mutual understanding), and rahmatan lil ‘alamin (universal compassion). The findings also indicate that multicultural education should not be limited to classroom instruction but should be institutionalized through leadership, organizational culture, governance, and educational management practices. This study introduces an Islamic Multicultural Educational Management Paradigm that positions multicultural education as a governance and institutional transformation framework rather than merely a pedagogical approach. The study advances Islamic Educational Management by providing a conceptual model that integrates multicultural educational principles, Islamic epistemological values, and humanistic character development. This framework offers theoretical and practical guidance for educational institutions seeking to foster socially responsible, inclusive, and ethically grounded Generation Z learners in the digital era.