Nia Widyawati
Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Strategis Guru dalam Menumbuhkan Disiplin dan Kemampuan Regulasi Diri Anak pada Era Digitalisasi Nia Widyawati; Qotrotun Nada; Indrawati B Lokuwaka; Muhlisin Muhlisin; Abul Mafaakhir
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.6450

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang berlangsung dengan cepat telah menciptakan kompleksitas baru dalam dunia pendidikan, terutama dalam proses penanaman disiplin dan regulasi diri pada anak usia dini. Kajian ini bertujuan untuk menelaah secara mendalam peran serta tanggung jawab strategis guru dalam membentuk kedisiplinan dan kemampuan pengendalian diri anak di tengah meluasnya pengaruh media digital. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan, penelitian ini mengkaji berbagai jurnal ilmiah, buku referensi, dan artikel akademik yang relevan, yang kemudian dianalisis melalui pendekatan analisis isi. Temuan kajian mengungkapkan bahwa guru mengemban tanggung jawab strategis yang mencakup lima dimensi pokok, yakni sebagai fasilitator pembelajaran aktif, pembimbing literasi digital, motivator pengendalian diri, mitra kolaboratif bagi orang tua, serta perancang ekosistem belajar yang kondusif. Keterpaparan anak terhadap media digital secara berlebihan dan tidak terkontrol terbukti memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap kedisiplinan anak, antara lain pergeseran orientasi aktivitas dari ranah fisik menuju dunia layar, penurunan kapasitas empati, serta terbentuknya ketergantungan pada perangkat digital yang secara perlahan menggantikan interaksi sosial yang bermakna. Penerapan pendekatan disiplin positif yang terintegrasi dengan sinergi berkelanjutan antara guru dan orang tua menjadi kunci utama dalam membentuk disiplin serta regulasi diri anak secara holistik dan berkesinambungan di era digital.