Ach Faisol
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keadilan Ekologis dalam Islam: Kajian Maqāṣid al-syarī‘ah terhadap Krisis Abrasi dan Alih Fungsi Pesisir Pantura Jawa Zamzam Mubarok; Asmuni Asmuni; Ach Faisol
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.6484

Abstract

Krisis abrasi dan alih fungsi pesisir Pantura Jawa menunjukkan meningkatnya kerusakan ekologis akibat pembangunan yang tidak berkelanjutan, eksploitasi pesisir, dan lemahnya kebijakan lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis krisis tersebut dalam perspektif maqāṣid al-syarī‘ah dan ijtihad lingkungan Islam. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan konseptual dan filosofis melalui studi kepustakaan terhadap al-Qur’an, hadis, literatur maqāṣid, jurnal ilmiah, serta data BRIN. Analisis dilakukan menggunakan metode maṣlaḥah mursalah dan sadd al-dharī‘ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan pesisir bertentangan dengan prinsip ḥifẓ al-nafs, ḥifẓ al-māl, dan ḥifẓ al-nasl, sehingga perlindungan lingkungan perlu diposisikan sebagai bagian dari ḥifẓ al-bī’ah melalui konsep Eco-Maqāṣid Framework
Reaktualisasi Ijtihad Dalam Sistem Hukum Nasional Indonesia (Telaah Perspektif Teori Ijtihad Dan Tajdid Said Shabbar) Zamzam Mubarok; Asmuni; Ach Faisol
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i2.6692

Abstract

Perkembangan sistem hukum nasional Indonesia menunjukkan adanya ketegangan antara hukum Islam dan tuntutan modernitas yang semakin kompleks. Meskipun hukum Islam memiliki posisi penting dalam struktur hukum nasional, praktiknya sering kali masih didominasi oleh pendekatan fiqh klasik yang kurang responsif terhadap dinamika sosial. Dalam konteks ini, ijtihad menjadi instrumen strategis untuk menjembatani kesenjangan antara teks normatif dan realitas empiris. Pemikiran Said Shabbar tentang ijtihad dan tajdid menawarkan kerangka konseptual yang relevan untuk mengkaji kembali peran ijtihad dalam sistem hukum nasional secara lebih kontekstual dan adaptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research). Analisis dilakukan melalui tiga pisau bedah utama: pendekatan filsafat hukum digunakan untuk menggali hakikat keadilan dan nilai-nilai transendental dalam pemikiran Said Shabbar; pendekatan normatif hukum diterapkan untuk menelaah koherensi gagasan tersebut dengan regulasi dan norma hukum Islam di Indonesia; serta pendekatan sosiologis hukum untuk membedah interaksi antara hukum Islam dengan realitas sosial serta efektivitasnya dalam menjawab kebutuhan masyarakat modern. Data primer berupa buku Ikhtisar Ijtihad dan Tajdid dalam Pemikiran Islam Kontemporer, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur ushul fiqh, jurnal hukum Islam, dan regulasi di Indonesia. Teknik analisis data menggunakan content analysis dengan model deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ijtihad dalam pemikiran Said Shabbar bersifat dinamis, terbuka, dan kontekstual sebagai instrumen pembaruan hukum Islam. Namun, dalam praktik di Indonesia, ijtihad belum optimal karena dominasi taqlid dan kuatnya pengaruh fiqh klasik. Secara filosofis, ijtihad Said Shabbar menuntut pergeseran dari formalisme legalistik menuju substansialisme. Secara sosiologis, diperlukan reaktualisasi ijtihad melalui integrasi maqashid syariah, kontekstualisasi hukum, dan ijtihad kolektif guna mewujudkan hukum Islam yang adaptif, berkeadilan, dan relevan dalam dinamika sistem hukum nasional Indonesia.