Pamungkas Stiya Mulyani
Universitas Sains Al-Qur'an

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembelajaran Berbasis Outdoor Learning dengan Metode Eksperimen Ice cream carica untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep IPA Siswa Maulina Damayanti; Firdaus; Pamungkas Stiya Mulyani
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 2 (2026): May
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i2.1943

Abstract

This study aims to determine the difference in students' science concept understanding between classes taught using an outdoor learning-based model through the experimental method of making carica ice cream and classes using a conventional learning model. This quantitative research used a Quasi-Experimental design with a Nonequivalent Control Group Design model. The research population included all seventh-grade students at SMPN 3 Mojotengah in the 2026/2027 academic year, with the sample selected using purposive sampling. Class VII A was designated as the experimental class (N=32) and class VII B as the control class (N=32). Data collection instruments consisted of objective tests (Pretest and Posttest ) and observation sheets. Data were quantitatively analyzed through parametric statistical tests using SPSS. The hypothesis testing results using the Independent Sample T-Test obtained a significance value (2-tailed) of 0.001 (p < 0.05), indicating a highly significant difference in the improvement of science concept understanding between the two groups. Furthermore, the effectiveness analysis using the Normalized Gain (N-Gain) test showed that the experimental class achieved an average score of 0.67 (medium to high category), while the control class only achieved a score of 0.53 (medium category). The conclusion of this study is that the implementation of the outdoor learning-based model through the experiment of making carica ice cream is proven to be significantly more effective and meaningful in improving students' science concept understanding on the topic of temperature, heat, and phase changes compared to conventional methods.
PEMBELAJARAN PERUBAHAN WUJUD ZAT DENGAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS III MI MA’ARIF TEGALGOT: (Studi Pada Proses Pembuatan Manisan Carica) Erlin; Faisal Kamal; Pamungkas Stiya Mulyani
SPESIFIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 2 (2025): SPESIFIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/spesifik.v3i2.916

Abstract

Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) merupakan mata pelajaran inti di banyak lembaga pendidikan, termasuk di MI Ma‘arif Tegalgot. Namun, metode pembelajaran yang digunakan oleh pengajar di MI Ma’arif Tegalgot cenderung masih bersifat konvensional sehingga kurang menarik bagi siswa, yang dapat mengurangi pemahaman dan minat mereka dalam mata pelajaran ini. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi eksperimental, di mana pembelajaran perubahan wujud zat dengan metode demonstrasi untuk meningkatkan pemahaman siswa dievaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran demonstrasi memiliki dampak positif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi perubahan wujud zat. Penegasan ini dibuktikan melalui penggunaan uji penguat yang menghasilkan nilai numeric sebesar 0,481 dan hasil uji-t > baik taraf signifikansi 1% yaitu 4,818 > 2, 787. Namun pada taraf signifikansi 5% diperoleh sebesar 2,060. Dalam penelitian ini faktor-faktor yang mendukung penggunaan metode resitasi ialah: 1) persiapan yang matang, 2) motivasi dan semangat belajar siswa, 3) metode pembelajaran yang menarik, dan 4) bimbingan dan penjelasan kepada siswa. Kemudian, berikut merupakan faktor-faktor penghambat penggunaan metode resitasi: 1) keterbatasan waktu, 2) memori atau ingatan siswa, 3) perbedaan prestasi siswa, dan 4) kurangnya fasilitas sekolah.