Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Audit Syariah dalam Memastikan Transparansi Penyaluran Dana Kebajikan (Zakat, Wakaf, Infaq) di Bank Syariah Putri Humairah Napitupulu; Muhammad Syafril Nasution
JURNAL ILMIAH EKONOMI, MANAJEMEN, BISNIS DAN AKUNTANSI Vol. 3 No. 4 (2026): JULI
Publisher : CV. KAMPUSA AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jemba.v3i4.2517

Abstract

Islamic banks not only function as financial institutions but also act as managers of benevolent funds such as zakat, waqf, and infaq, which must be administered transparently, accountably, and in accordance with Islamic principles. This study aims to analyze the role of Sharia audit in ensuring the transparency of benevolent fund distribution in Islamic banks and to identify the challenges faced in its implementation. The research employs a qualitative approach through a literature review by examining various academic sources, regulations, and publications related to Sharia auditing, Sharia governance, and the management of benevolent funds. The findings indicate that Sharia audit plays a significant role in ensuring compliance with Islamic principles, improving the quality of reporting, strengthening accountability in fund management, and enhancing public trust in Islamic banks. Through monitoring and evaluation processes, Sharia audit helps minimize the risk of fund misuse and ensures that benevolent funds are distributed to eligible beneficiaries in line with their intended social and religious objectives. However, the implementation of Sharia audit still faces several challenges, including the absence of standardized reporting practices for benevolent funds, limited competencies of Sharia auditors, and insufficient disclosure regarding the sources and utilization of funds. Therefore, strengthening Sharia governance is necessary through the development of more comprehensive reporting standards, the enhancement of Sharia auditors’ competencies, and the expansion of audit coverage to include social aspects. These findings demonstrate that Sharia audit has a strategic role in improving transparency and accountability in the management of benevolent funds, thereby reinforcing public confidence in Islamic banks.
Peran Audit Syariah dalam Meningkatkan Transparansi Laporan Keuangan Bank Syariah Adinda Putri; Muhammad Syafril Nasution
Indonesia Economic Journal Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/0mw71n54

Abstract

Perkembangan perbankan syariah yang semakin pesat menuntut adanya transparansi dan akuntabilitas yang tinggi dalam penyajian laporan keuangan. Audit syariah memiliki peran penting dalam memastikan keandalan laporan keuangan sekaligus menjaga kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran audit syariah dalam meningkatkan transparansi laporan keuangan bank syariah. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur (library research). Data penelitian diperoleh dari berbagai sumber sekunder, seperti jurnal ilmiah, buku, laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), peraturan Bank Indonesia, fatwa Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), dan dokumen ilmiah lainnya yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa audit berperan dalam meningkatkan keandalan laporan keuangan melalui penguatan pengendalian internal, pencegahan kecurangan, dan pengurangan salah saji laporan keuangan. Audit syariah juga memastikan kepatuhan terhadap prinsip syariah dengan mengawasi akad, sistem bagi hasil, serta transaksi keuangan agar terhindar dari unsur riba, gharar, dan maisir. Audit syariah juga berkontribusi dalam meningkatkan transparansi, reputasi, dan kepercayaan publik terhadap bank syariah. Namun, penerapannya masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan auditor syariah, belum seragamnya standar audit, dan perkembangan teknologi keuangan yang semakin kompleks. 
Peran Pembiayaan Berbasis Bagi Hasil dalam Meningkatkan Stabilitas Keuangan Bank Syariah Adinda Putri; Cahya Afrida Rahmadhani; Fanesa Ahzara; Muhammad Syafril Nasution
Journal of Sharia Economics, Banking and Accounting Vol 3, No 1: 2026
Publisher : STAI Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jseba.v3i1.333

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pembiayaan bagi hasil dalam meningkatkan stabilitas keuangan bank syariah, khususnya melalui skema mudharabah dan musyarakah. Penelitian ini fokus pada kontribusi kedua skema tersebut terhadap penguatan kualitas aset, peningkatan ketahanan risiko, dan hilangnya operasional bank. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, sehingga analisis diarahkan pada pemahaman mendalam terhadap fenomena tersebut melalui interpretasi data dan temuan empiris. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi laporan keuangan bank syariah, publikasi resmi dari otoritas keuangan, dan akademi literatur yang relevan. Data kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi pola, tren, dan hubungan antara proporsi pembiayaan bagi hasil dengan indikator stabilitas keuangan seperti kualitas aset, profitabilitas, dan kecukupan modal. Hasilnya menunjukkan bahwa pembiayaan bagi hasil memberikan kontribusi positif terhadap stabilitas keuangan bank syariah melalui mekanisme pembagian risiko yang mengurangi tekanan risiko pembiayaan dan menyelaraskan pendapatan bank dengan kinerja bisnis nasabah. Lebih lanjut, peningkatan proporsi pembiayaan mudharabah dan musyarakah memperbaiki struktur permodalan dan memperkuat ketahanan bank terhadap perekonomian. Studi ini menyimpulkan bahwa pembiayaan bagi hasil tidak hanya mendukung penerapan prinsip syariah tetapi juga memainkan peran strategis dalam menjaga keinginan dan stabilitas keuangan bank syariah. Temuan ini diharapkan dapat menjadi landasan untuk mengembangkan kebijakan dan strategi pembiayaan yang lebih efektif.