Chintya Tri Rahayu Paeran
Universitas Negeri Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning Pada Materi Masa Kerajaan Islam di Indonesia Kelas X MA Nurul Hidayah Chintya Tri Rahayu Paeran; Atno
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.6684

Abstract

Pembelajaran sejarah di MA Nurul Hidayah masih didominasi metode konvensional yang menyebabkan peserta didik kurang aktif dan minat belajar sejarah rendah, khususnya pada materi Masa Kerajaan Islam di Indonesia. Kondisi tersebut mendorong perlunya penerapan model pembelajaran yang lebih inovatif dan berpusat pada peserta didik melalui Project Based Learning (PjBL). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model Project Based Learning (PjBL), mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya, serta mengetahui upaya guru dalam mengatasi kendala tersebut pada pembelajaran sejarah kelas X MA Nurul Hidayah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas guru sejarah, peserta didik kelas X, dan kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PjBL mampu meningkatkan keaktifan, kerja sama, dan minat belajar peserta didik dalam pembelajaran sejarah. Peserta didik terlibat aktif dalam kegiatan proyek seperti pembuatan mind mapping dan presentasi mengenai kerajaan Islam di Indonesia. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan sarana prasarana, pengelolaan waktu, dan perbedaan tingkat partisipasi peserta didik. Guru mengatasi kendala tersebut melalui bimbingan intensif, pembagian tugas yang jelas, dan pemanfaatan sumber belajar yang tersedia. Dengan demikian, penerapan model PjBL dapat menciptakan pembelajaran sejarah yang lebih aktif, interaktif, dan bermakna bagi peserta didik.