Pengelolaan data pendidikan menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan publik berbasis data pada sektor pendidikan. Pada pendidikan nonformal, tata kelola data masih menghadapi berbagai permasalahan, khususnya berkaitan dengan validitas dan integrasi data kependudukan peserta didik dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas data kependudukan sebagai determinan tata kelola pendidikan nonformal pada SPNF SKB di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan operator data pendidikan, pengelola pendidikan nonformal, dan pihak terkait lainnya. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas data kependudukan merupakan faktor paling dominan dalam tata kelola pendidikan nonformal. Ketidaksesuaian Nomor Induk Kependudukan (NIK), data ganda, dan perbedaan identitas administrasi menyebabkan proses validasi dan sinkronisasi data pendidikan dalam sistem Dapodik mengalami hambatan. Selain itu, efektivitas tata kelola data juga dipengaruhi oleh mekanisme pengendalian data, koordinasi antar lembaga, dan ketersediaan pedoman operasional pengelolaan data pendidikan. Oleh karena itu, peningkatan kualitas data kependudukan dan penguatan sistem tata kelola data terintegrasi menjadi kebutuhan penting dalam mendukung pelayanan pendidikan nonformal yang efektif, akurat, dan akuntabel.