Tia Dita Putri Latifa Yuwono
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Minat Belajar Dengan Pemahaman Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Kelas 4 SD Khusnul_Khotimah; Ulfa Ari Rahmasari; Tia Dita Putri Latifa Yuwono
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7000

Abstract

Minat belajar merupakan faktor internal yang berperan penting dalam menentukan keberhasilan siswa dalam memahami materi pelajaran. Rendahnya pemahaman siswa pada mata pelajaran IPA seringkali dikaitkan dengan kurangnya minat belajar yang dimiliki siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara minat belajar dengan pemahaman siswa pada mata pelajaran IPA kelas 4 SD. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan populasi seluruh siswa kelas 4 yang berjumlah 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian berupa angket minat belajar dengan 20 pernyataan skala Likert dan tes pemahaman IPA dengan 10 soal pilihan ganda. Teknik analisis data menggunakan korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor minat belajar siswa adalah 61,7 dari skor maksimal 80 (kategori sedang), sedangkan rata-rata skor pemahaman IPA adalah 7,9 dari skor maksimal 10 (kategori tinggi). Hasil uji korelasi diperoleh nilai r hitung sebesar 0,701 dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang kuat dan signifikan antara minat belajar dengan pemahaman siswa pada mata pelajaran IPA kelas 4 SD. Semakin tinggi minat belajar siswa, maka semakin tinggi pula pemahaman siswa terhadap materi IPA. Kesimpulan penelitian ini adalah minat belajar memiliki hubungan yang signifikan dengan pemahaman siswa pada mata pelajaran IPA. Saran bagi guru agar terus meningkatkan minat belajar siswa melalui berbagai strategi pembelajaran yang inovatif dan menarik.
Hubungan Keterlibatan Siswa dalam Microlearning dengan Kemampuan Berpikir Kritis IPA Kelas V Sekolah Dasar De Fitri Zalmi Pane; Ella Sri Eka Agustina; Nur Azizah Batubara; Tia Dita Putri Latifa Yuwono
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7087

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keterlibatan siswa dalam pembelajaran berbasis microlearning dengan kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran IPA siswa kelas V Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V SDN 032 Kualu dengan jumlah sampel sebanyak 30 siswa yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui angket dan tes uraian. Angket digunakan untuk mengukur keterlibatan siswa dalam pembelajaran microlearning yang meliputi keterlibatan perilaku, kognitif, dan emosional, sedangkan tes uraian digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran IPA. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara keterlibatan siswa dalam pembelajaran microlearning dengan kemampuan berpikir kritis siswa, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,506 dan signifikansi 0,004 < 0,05. Hasil koefisien determinasi menunjukkan bahwa keterlibatan siswa memberikan kontribusi sebesar 23% terhadap kemampuan berpikir kritis siswa, sedangkan 77% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Temuan penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi keterlibatan siswa dalam pembelajaran microlearning, maka semakin tinggi pula kemampuan berpikir kritis siswa. Oleh karena itu, microlearning dapat digunakan sebagai strategi pembelajaran inovatif untuk meningkatkan keterlibatan dan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran IPA di sekolah dasar.