Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keterlibatan siswa dalam pembelajaran berbasis microlearning dengan kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran IPA siswa kelas V Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V SDN 032 Kualu dengan jumlah sampel sebanyak 30 siswa yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui angket dan tes uraian. Angket digunakan untuk mengukur keterlibatan siswa dalam pembelajaran microlearning yang meliputi keterlibatan perilaku, kognitif, dan emosional, sedangkan tes uraian digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran IPA. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara keterlibatan siswa dalam pembelajaran microlearning dengan kemampuan berpikir kritis siswa, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,506 dan signifikansi 0,004 < 0,05. Hasil koefisien determinasi menunjukkan bahwa keterlibatan siswa memberikan kontribusi sebesar 23% terhadap kemampuan berpikir kritis siswa, sedangkan 77% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Temuan penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi keterlibatan siswa dalam pembelajaran microlearning, maka semakin tinggi pula kemampuan berpikir kritis siswa. Oleh karena itu, microlearning dapat digunakan sebagai strategi pembelajaran inovatif untuk meningkatkan keterlibatan dan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran IPA di sekolah dasar.
Copyrights © 2026