Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sinergi Guru dan Penyuluh Agama dan Guru dalam Membina Karakter Siswa Yang Sehat di Sman 1 Wawo M Iqbal; Uswatun Hasanah; Iyayun Amaliah; Jalaluddin
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7074

Abstract

Penelitian ini membahas sinergi antara penyuluh agama dan guru dalam membina karakter siswa yang sehat di SMAN 1 Wawo. Pembinaan karakter siswa menjadi salah satu aspek penting dalam proses pendidikan, khususnya dalam membentuk perilaku disiplin, tanggung jawab, religius, dan kepedulian sosial peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kerja sama antara penyuluh agama dan guru serta faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembinaan karakter siswa di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan penyuluh agama, guru, dan siswa. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi antara penyuluh agama dan guru dilaksanakan melalui kegiatan pembinaan keagamaan, pembiasaan karakter, pemberian nasihat, keteladanan, serta pengawasan bersama terhadap perilaku siswa di lingkungan sekolah. Kerja sama tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan disiplin, kejujuran, tanggung jawab, dan sikap sosial siswa. Faktor pendukung meliputi komunikasi yang baik antarpendidik, dukungan sekolah, dan partisipasi siswa dalam kegiatan keagamaan. Adapun faktor penghambat meliputi kurangnya pengawasan orang tua serta pengaruh lingkungan sosial di luar sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kolaborasi yang efektif antara penyuluh agama dan guru memiliki peran penting dalam memperkuat karakter siswa yang sehat di sekolah.
The Role of Muhammadiyah Autonomous Organizations in Developing Young Generation Leadership in the Society 5.0 Era in Bima Ihlas Ihlas; Hendra Hendra; Amma Ainun; Uswatun Hasanah; Iyayun Amaliah; Mukmin Mukmin
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 20, No. 4 : Al Qalam (In Progress July 2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v20i4.6856

Abstract

The development of the Society 5.0 era presents both challenges and opportunities for developing young generation leadership, particularly in facing the acceleration of technology, social change, and the demands of 21st-century competencies. The Muhammadiyah autonomous organization holds a strategic position as a forum for cadre development and leadership development of the young generation based on Islamic and national values. This study aims to analyze the role of the Muhammadiyah autonomous organization in developing young generation leadership in Bima in the Society 5.0 era. This study uses a qualitative approach with a descriptive-analytical research type. Data collection was conducted through in-depth interviews, observation, and documentation of the administrators and members of the Muhammadiyah autonomous organization in Bima. Data analysis was conducted using Nvivo-15 with open coding, which is presented in the form of project maps. The results of the study indicate that the Muhammadiyah autonomous organization plays an active role in developing young generation leadership through tiered cadre development, internalization of ideological values, and strengthening leadership capacity that is adaptive to technological developments and social dynamics. This study concludes that the Muhammadiyah autonomous organization contributes significantly to preparing a young generation with character, competitiveness, and responsiveness to the challenges of Society 5.0.